Rhubarb (Rheum rhabarbarum) menjadi sorotan setelah muncul sebagai bahan utama dalam pressure test Masterchef Indonesia season 12. Sayuran yang bagi sebagian besar kontestan asing ini ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang menarik untuk diulas.
Rhubarb, meskipun sering diolah dan disajikan seperti buah, secara botani diklasifikasikan sebagai sayuran. Asalnya dari Asia, namun kini telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat. Tanaman ini menyukai iklim sejuk dan tidak tahan panas.
Panjang batang daunnya yang berwarna merah menjadi ciri khas, tumbuh subur di musim semi dan mencapai puncaknya sekitar pertengahan April. Yang perlu diingat, hanya batangnya yang dapat dimakan. Daun rhubarb mengandung racun dan asam oksalat dalam kadar tinggi, sehingga berbahaya jika dikonsumsi.
Tekstur batangnya yang berdaging, rasa asamnya yang menyegarkan, serta sifatnya yang asam, menjadikan rhubarb bahan yang serbaguna dalam kuliner. Meskipun bisa dikonsumsi mentah, rasa terbaiknya akan muncul setelah dimasak, baik dipanggang, direbus, atau diolah menjadi selai.
Manfaat Kesehatan Rhubarb
Rhubarb kaya akan nutrisi dan senyawa bermanfaat yang memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Meningkatkan Kesehatan Tulang
Kandungan vitamin K pada rhubarb sangat penting untuk kesehatan tulang. Vitamin K berperan dalam proses pembentukan tulang dan membantu mencegah osteoporosis, penyakit yang ditandai dengan pengeroposan tulang.
Dengan mengonsumsi rhubarb secara teratur, kita dapat membantu memperkuat tulang dan mengurangi risiko patah tulang, terutama seiring bertambahnya usia.
Melindungi Kesehatan Jantung
Rhubarb merupakan sumber serat yang baik. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kadar kolesterol LDL yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner.
Selain serat, antioksidan dan vitamin K dalam rhubarb juga berkontribusi dalam melindungi kesehatan jantung. Antioksidan membantu mengurangi peradangan, sementara vitamin K mencegah pengapuran pada pembuluh darah.
Membantu Pencernaan
Kandungan serat dalam rhubarb membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Serat menambah volume feses, sehingga mempermudah proses pengeluarannya dari tubuh.
Rhubarb juga mengandung sennosida, senyawa yang berfungsi sebagai pencahar alami, meskipun efek pencaharnya mungkin bervariasi antar individu. Selain itu, kandungan tanin pada rhubarb dapat membantu mengatasi diare.
Mencegah Kanker
Rhubarb mengandung berbagai antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada perkembangan kanker.
Dengan kemampuannya melawan radikal bebas, rhubarb membantu melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif dan menurunkan risiko berbagai jenis kanker. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya salah satu faktor dan gaya hidup sehat secara keseluruhan tetap penting.
Meskipun memiliki banyak manfaat, penting untuk mengonsumsi rhubarb secukupnya. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare karena kandungan asam oksalat dan sennosida. Orang dengan riwayat batu ginjal juga perlu berhati-hati karena asam oksalat dapat memperburuk kondisi tersebut. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum menambahkan rhubarb dalam jumlah besar ke dalam diet Anda.





