Laurene Powell Jobs, nama yang tak terpisahkan dari mendiang Steve Jobs, kini membuktikan dirinya sebagai sosok yang jauh lebih dari sekadar pewaris kekayaan. Satu dekade lebih setelah kepergian sang suami, ia menjelma menjadi pemain kunci di dunia properti mewah.
Portofolio propertinya bahkan melampaui koleksi mendiang suaminya. Buktinya, akuisisi terbaru Laurene menghebohkan pasar real estate San Francisco.
Akuisisi Mansion Mewah di Pacific Heights
Laurene baru saja membeli sebuah mansion bergaya Spanish Renaissance Revival di kawasan elite Pacific Heights, San Francisco, seharga US$ 70 juta (sekitar Rp 1,1 triliun).
Harga tersebut memecahkan rekor penjualan rumah termahal dalam sejarah San Francisco, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$ 43,5 juta pada tahun 2021.
Berlokasi di 2840 Broadway, “Billionaire’s Row”, mansion bersejarah ini sebelumnya dimiliki oleh kolektor haute couture, Dodie Rosekrans.
Setelah direnovasi besar-besaran oleh pemilik sebelumnya, Sloan dan Roger Barnett, mansion ini menampilkan interior mewah dengan panel dinding onyx putih dan pilar-pilar cermin.
Pemandangan spektakuler Jembatan Golden Gate melengkapi kemewahan rumah yang pernah dipuji Architectural Digest sebagai “rumah terindah di Amerika”.
Meskipun harga awal yang diminta penjual mencapai lebih dari US$ 100 juta, Laurene berhasil mendapatkannya dengan harga US$ 70 juta.
Lokasi mansion ini juga sangat strategis, bersebelahan dengan bekas properti miliarder Oracle, Larry Ellison, dan dekat dengan kediaman Jony Ive, desainer legendaris Apple.
Kerajaan Real Estate Laurene Powell Jobs
Pembelian di San Francisco ini bukan satu-satunya langkah besar Laurene di pasar properti. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menghabiskan lebih dari US$ 80 juta untuk properti mewah di pesisir California.
Akuisisi Properti Lainnya
Investasi propertinya meliputi kompleks tepi pantai US$ 94 juta di Paradise Cove, Malibu (2024); rumah mewah lain di Malibu seharga US$ 44 juta; dua properti berdampingan di Malibu (US$ 16,5 juta dan US$ 17,5 juta); dan sebuah rumah di Russian Hill, San Francisco (US$ 16,5 juta pada 2018).
Berbeda dengan pembeli properti kebanyakan yang bertujuan untuk tempat tinggal, Laurene tampaknya sedang membangun kerajaan real estate kelas atas.
Ia memanfaatkan kekayaannya untuk berinvestasi di properti-properti paling eksklusif di California.
Filantropi dan Gaya Hidup Mewah
Laurene mewarisi kekayaan puluhan miliar dolar dari mendiang suaminya, termasuk saham Apple dan Disney.
Ia menjual sebagian saham Apple dan mendiversifikasi investasinya. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai US$ 15 miliar (sekitar Rp 242 triliun) pada tahun 2024.
Selain investasi properti, Laurene menikmati gaya hidup mewah, termasuk menggunakan superyacht Venus, peninggalan Steve Jobs.
Superyacht sepanjang 256 kaki ini menampilkan desain minimalis khas Apple, dengan eksterior aluminium ramping dan teknologi canggih.
Namun, di balik kemewahan, Laurene mendedikasikan sebagian besar kekayaannya untuk filantropi melalui Emerson Collective.
Organisasi ini fokus pada pendidikan, imigrasi, perubahan iklim, dan keadilan sosial. Salah satu proyek ambisiusnya adalah pembangunan sekolah modular di Barbados.
Proyek ini berkolaborasi dengan arsitek Spanyol dan bertujuan menciptakan sekolah yang tahan badai dan mudah dipindahkan.
Dari akuisisi properti mewah hingga inisiatif filantropi global, Laurene Powell Jobs tengah membangun warisannya sendiri. Ia bukan hanya pewaris kekayaan Steve Jobs, tetapi juga seorang filantropis dan pebisnis yang sukses.





