Korean Air melakukan investasi besar-besaran di industri penerbangan dengan pembelian 50 pesawat berbadan lebar dari Boeing dan GE Aerospace. Nilai transaksi mencapai US$ 32 miliar atau sekitar Rp 531 triliun (dengan kurs Rp 16.600).
Pengumuman ini disampaikan Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada Senin (24/3), menandai langkah signifikan dalam kemajuan manufaktur Amerika.
Investasi Jumbo Korean Air: Dorongan bagi Manufaktur AS
Menteri Perdagangan AS, Howars Lutnick, menyatakan pembelian ini sebagai bukti pengakuan global terhadap kualitas manufaktur dan inovasi Amerika.
Lutnick menekankan peran penting tenaga kerja terampil Boeing dan GE Aerospace dalam keberhasilan ini, mengungkapkan komitmen pemerintah AS untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Presiden dan CEO Boeing, Kelly Ortberg, turut memberikan komentarnya. Ia menyatakan kebanggaan atas kepercayaan internasional terhadap produk pesawat buatan Amerika.
Ortberg menambahkan bahwa kerja sama ini menunjukkan komitmen Boeing dalam meningkatkan daya saing manufaktur dan ekspor Amerika Serikat.
Analisis Implikasi Pembelian Pesawat Berbadan Lebar
Pembelian ini berdampak luas, tidak hanya bagi Korean Air yang akan memperluas jangkauan operasinya, tetapi juga bagi perekonomian Amerika Serikat.
Ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur dan terkait akan tercipta atau dipertahankan berkat investasi besar-besaran ini.
Investasi ini juga menunjukkan kepercayaan Korean Air terhadap kualitas dan teknologi pesawat Boeing, sekaligus menjadi promosi besar bagi industri penerbangan AS di pasar internasional.
Selain itu, transaksi ini berpotensi mendorong inovasi lebih lanjut dalam teknologi pesawat terbang, mengingat besarnya investasi yang dilakukan.
Ke depannya, kita dapat menantikan kemunculan pesawat-pesawat canggih hasil kolaborasi Boeing dan GE Aerospace ini di langit, menandai era baru dalam perjalanan udara.
Secara keseluruhan, pembelian 50 pesawat berbadan lebar oleh Korean Air ini merupakan suatu keberhasilan besar bagi Boeing dan GE Aerospace, sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Amerika Serikat dan industri penerbangan global.


