Kesultanan Palembang Murka! Willie Salim Diminta Minta Maaf Publik

Sultan Palembang Darussalam, YM Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwas Diradja, mengeluarkan maklumat terkait konten rendang Willie Salim yang dianggap telah merusak citra Palembang. Ia menilai konten tersebut telah menimbulkan kegaduhan.

Tuntutan Kesultanan Palembang terhadap Willie Salim

Kesultanan menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari Willie Salim. Permintaan maaf ini harus disampaikan secara resmi, bukan hanya melalui media sosial, melainkan juga dalam rapat adat Kesultanan Darussalam.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Willie Salim diminta untuk menjalani tradisi tepung tawar. Tradisi ini merupakan bagian dari adat Melayu Palembang, sebagaimana tercantum dalam kitab Undang-Undang Simbur Cahaya. Tradisi ini dimaksudkan untuk membersihkan diri dari kesalahan.

Kesultanan juga mendesak Willie Salim menghapus semua video terkait masak dan makan rendang di Palembang dari semua akun media sosialnya. Konten tersebut dinilai sebagai penghinaan dan bullying terhadap warga Palembang.

Lebih lanjut, Kesultanan mendukung upaya hukum yang dilakukan masyarakat Palembang terhadap Willie Salim. Pihak Kesultanan menyatakan siap memberikan dukungan penuh.

Ancaman dan Harapan Kesultanan

Sebagai langkah terakhir, jika Willie Salim mengabaikan maklumat ini, Kesultanan Palembang Darussalam akan mengutuknya dan melarang kehadirannya di Palembang seumur hidup. Maklumat ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Maklumat ini bukan hanya soal konten rendang, tetapi juga tentang penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat Palembang. Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih bijak dalam membuat konten di media sosial. Pernyataan Sultan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga martabat dan citra budaya Palembang di mata dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *