Home >  Berita >  Ekonomi

Darurat Covid-19, Mendagri Siap Hubungkan Produk 'Handsoap' Lokal ke Masyarakat

Darurat Covid-19, Mendagri Siap Hubungkan Produk Handsoap Lokal ke Masyarakat
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: Ist./Puspen)
Jum'at, 17 April 2020 14:15 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian menerima bantuan dari PT. Wilmar Nabati Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Produsen Biofield dalam rangka penanganan Covid-19.

"Pagi ini Kemendagri kedatangan mitra masyarakat, yakni PT Wilmar Nabati Indonesia ini yang diwakili oleh Bapak Tumanggor, Bapak Norman, ini memberikan atau menyumbangkan 200 jeriken masing-masing 5 Kg hand soap," kata Mendagri dalam pernyataan pers, Jumat (17/4/2020).

Mendagri mengatakan, karakteristik Covid-19 yang diselimuti oleh lapisan kulit lemak menyebabkan virus tersebut dapat mati apabila masyarakat rajin mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer.

"Karena pembungkusnya adalah bagian lemak, kalau lemaknya dihancurkan oleh pelarut lemak, sabun, detergen, sanpo yang bisa melarutkan lemak dia akan mati. Kemudian juga virus ini tidak akan kuat dengan alkohol, etanol, menurut penelitian 70 sampai 75 persen, dari mana datanya? Ada dua penelitian dari Komisi Nasional Kesehatan China, mereka sudah melakukan penelitian duluan terkait hal ini," jelas Mendagri.

Ads
Mengingat pentingnya kelengkapan alat kesehatan termasuk alat untuk membunuh virus baik itu sabun maupun hand sanitizerdalam perang melawan Covid-19, Mendagri menyatakan apresiasinya kepada Grup dari PT. Wilmar Nabati Indonesia, yang sudah mengambil langkah cepat untuk memproduksi sebagian dari hasil produknya ke pembuatan hand soap atau sabun cair untuk tangan.

"Ini kita harus all out semua, baik pemerintah, baik swasta ,masyarakat juga bergerak semua, untuk memproduksi alat perang kita, menghadapi Covid," ujarnya.

Bantuan ini nantinya akan diserahkan kepada siapa saja orang, Badan/Lembaga, atau Pemda yang berhak untuk mendapatkannya. Mendagri juga berjanji pihaknya akan menginventarisir daerah mana saja yang memerlukan alat perang Covid-19 tersebut untuk menghubungkan antara produksi dengan permintaan di masyarakat.***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Sumber : Rilis
Kategori : Ekonomi, Pemerintahan, GoNews Group
www www