Home >  Berita >  Umum

Pekerja PT PPP Tanah Terban Tidak Dilengkapi APD

Pekerja PT PPP Tanah Terban Tidak Dilengkapi APD
Pekerja bengkel PT PPP Tanah Terban hanya mengenakan sandal jepit dan tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), Rabu (22/2/2017). [Suparmin]
Rabu, 22 Februari 2017 16:45 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG - Tulisan ‘Utamakan Kesehatan, Pandu Cermat, Jiwa Selamat’ yang ada di workshop PT Padang Palma Permai-Sri Kuala Kebun Tanah Terban Kabupaten Aceh Tamiang diduga hanya slogan semata. Kenyataannya, karyawan yang bekerja di perbengkelan (traksi) tidak diberikan alat pelindung diri (APD) berupa sepatu dan baju sejak 2013 dengan alasan tidak ada anggaran.

"Beginilah keseharian kami saat bekerja, padahal APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya," ujar seorang karyawan, Dian yang juga Ketua PUK SPPP-SPSI kepada GoAceh, Rabu (22/2017).

Dian menyebutkan yang dilakukan PT PPP-Sri Kuala tidak sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per.08/Men/VII/2010 tentang pelindung diri.

Baca: Manajer PT Mopoli Raya Tidak Tahu Kasus Pengancaman Karyawannya

Ads
"Bukan hanya kami saja, operator alat berat wheel loader (skopel) juga tidak diberikan kelengkapan kerja berupa Surat Izin Mengemudi (SIM). Ini kan termasuk pelanggaran," ujar Dian.

Sementara itu, Wakil Ketua PC FSPPP-SPSI Kabupate Aceh Tamiang, Heri didampingi Sekretaris, Adriadi menyebutkan, pedoman dari ILO (International Labour Organization) menerangkan, kesehatan kerja sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Pedoman itu antara lain melindungi pekerja dari setiap kecelakaan kerja yang mungkin timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja. Membantu pekerja menyesuaikan diri dengan pekerjaannya.

Memelihara atau memperbaiki keadaan fisik, mental, maupun sosial para pekerja.

Alat keselamatan kerja yang biasanya dipakai oleh tenaga kerja adalah helm, masker, kacamata, atau alat pelindung telinga, tergantung pada profesinya," ujar Heri.

Alat-alat pelindung badan, lanjut Heri, sewaktu bekerja badan karyawan harus benar-benar terlindung dari kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Kepala Tata Usaha (KTU) perusahaan itu, Sabam Siahaan juga mengaku, APD bagi pekerja pemanen kelapa sawit yang seharusnya diberikan sekali dalam 4 bulan hanya mampu diberikan sekali setahun.

Menurutnya, persoalan APD untuk pekerja bengkel traksi memang tidak diberikan dan pakaian untuk Satpam baru diberi kelengkapan hanya 12 orang saja.

“Saya juga belum diberi. Tapi saya maklum dan memahami kondisi perusahaan. Kalau karyawan pemanen buah yang seharusnya diberi APD sebanyak tiga kali setahun, di sini cuma sekali aja," ucap Sabam Siahaan.

Sedangkan bagi operator alat berat Loader yang tanpa SIM tersebut, Sabam menyebutkan, operatornya masih berstatus percobaan.

Baca: Diduga Tak Memenuhi Standar Keselamatan Kerja, Karyawan PT BIM Tewas Mengenaskan 

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Tamiang
www www