Disbudpar Aceh Bahas Wisata Halal Dunia dengan Pihak Bandara SIM
Disbudpar Aceh Bahas Wisata Halal Dunia dengan Pihak Bandara SIM
Kepala Disbudpar Reza Pahlevi (tengah) dan Kepala Pemasaran Rahmadhani (4 dari kanan) foto bersama pihak Bandara SIM, kemarin.

Selasa, 15 November 2016 09:01 WIB

BANDA ACEH - ‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, menggelar rapat terbatas bersama pihak pengelola Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) yang dihadiri langsung General Manager Bandara SIM, Surahmat dan perwakilan PT Angkasa Pura II bersama jajarannya, Senin (14/11/2016) kemarin.
"Saat ini, Aceh dan Bandara SIM sama-sama sedang berjuang untuk lolos #MenangkanIndonesia di WHTA 2016. Pertemuan ini penting sebagai bagian sinkronisasi antara Disbudpar Aceh dengan Bandara SIM dan Angkasa Pura II dalam hal ajakan voting bersama," ujar Reza dilansir situs web Disbudpar Aceh, Selasa (15/11/2016).
 
‎Sejumlah poin lainnya juga dibahas dalam pertemuan yang juga dihadiri Kabid dan Tim Publikasi Disbudpar Aceh tersebut, termasuk perihal sertifikasi semua outlet makanan dan minuman di Bandara akan diproses secara bersama dengan LPPOM dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
 
Pihak SIM juga menyampaikan terkait voting, tim relawan wisata halal untuk mengajak pengunjung Bandara bisa ikut vote lewat lamanvoteindonesia.com. "Kami juga berharap tim relawan wisata halal dari Disbudpar Aceh dapat meluangkan waktu untuk hadir di SIM dan bisa mengajak sejumlah tamu atau penumpang‎ di bandara ikut serta bote dan sosialisasi wisata halal," pinta Surahmat.
 
‎Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga berharap, pertemuan terbatas ini lebih kepada sinergi dalam pemenangan Indonesia khususnya Bandara SIM dan Aceh sebagai destinasi.
 
"Mengingat sisa waktu voting 10 hari lagi, kita perlu push bersama dengan melakukan ajakan voting secara masif‎ dan atraktif, seperti ajakan voting on spot di ruang keberangkatan," sebutnya.

Menurutnya, Aceh bersaing dengan beberapa negara yang destinasi wisatanya telah‎ dikenal dunia dengan bandaranya yang 'World Class', tapi kita tetap semangat karena karakteristik dan building Design SIM bersifat unik yang kental dengan nuansa budaya dan sejarah Aceh dengan 3 kubah yang merefleksikan Aceh dengan 3 kekhususan, yakni agama, budaya dan pendidikan serta semangat membangun Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia.

"Siap atau tidak, menang atau kalah, Aceh harus tetap menang dengan mengerahkan segala potensi yang kita miliki," harap Rahmadhani.
Editor
: