Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah optimis terhadap masa depan mobil Esemka. Ia bahkan memprediksi mobil buatan dalam negeri ini akan laku keras.
Keyakinan tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan pabrik Esemka di Boyolali pada September 2019. Harga kompetitif, di bawah Rp 100 juta (off the road), menjadi alasan utamanya.
Jokowi kala itu sempat menjajal langsung mobil Esemka Bima. Ia bahkan menyatakan bahwa membeli mobil Esemka adalah suatu kewajiban.
Janji Manis Esemka dan Optimisme Jokowi
Pernyataan Jokowi enam tahun lalu tersebut menunjukkan optimisme tinggi terhadap industri otomotif dalam negeri. Harga yang kompetitif diharapkan dapat menarik minat konsumen.
Namun, enam tahun berselang, pandangan Jokowi terhadap Esemka tampak berubah. Ia kini lebih berhati-hati dan realistis.
Persaingan Pasar Otomotif yang Ketat
Pasar otomotif Indonesia, menurut Jokowi, sangat kompetitif. Merek-merek besar dengan jaringan distribusi dan purna jual yang luas menjadi tantangan besar.
Bukan hanya merek lokal, bahkan merek-merek besar Eropa pun mengalami kesulitan di pasar otomotif global, termasuk Indonesia. Ini menunjukkan betapa sulitnya bersaing di industri ini.
Perubahan Sikap Jokowi terhadap Esemka
Sikap Jokowi yang awalnya optimis kini tampak lebih pesimis. Ia mengakui sulitnya bersaing di industri otomotif yang kompetitif.
Presiden Jokowi kini lebih menekankan peran sektor swasta dalam keberhasilan Esemka. Nasib Esemka, menurutnya, sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.
Lepas Tangan Presiden
Jokowi menegaskan bahwa keberhasilan Esemka bukan lagi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah telah memberikan dukungan, namun selanjutnya menjadi urusan perusahaan.
Hal ini menunjukkan perubahan strategi pemerintah dalam mendukung industri otomotif nasional. Fokus kini bergeser pada peran sektor swasta yang lebih independen.
Analisis dan Prospek Esemka
Perubahan sikap Jokowi mencerminkan realita persaingan di industri otomotif yang semakin ketat. Tantangan bagi Esemka tidak hanya soal harga, tapi juga kualitas, layanan purna jual, dan strategi pemasaran.
Keberhasilan Esemka ke depannya sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan bersaing dengan pemain-pemain besar di pasar otomotif. Inovasi dan strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci utama.
Meskipun Jokowi tampak ‘lepas tangan’, perhatian pemerintah terhadap industri otomotif dalam negeri tetap penting. Dukungan melalui kebijakan dan regulasi yang tepat masih dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan industri ini secara berkelanjutan.


