Penampilan langka Jack Ma, pendiri Alibaba Group Holding, kembali menyita perhatian. Ia baru-baru ini memberikan pidato di unit cloud perusahaan, Alibaba Cloud, di Hangzhou.
Jack Ma dan Visi AI yang Berorientasi Manusia
Dalam pidatonya, Ma menekankan pentingnya kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada kesejahteraan manusia. Bukan sebagai pengganti, melainkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Ma, yang tetap menjadi figur berpengaruh di Alibaba, menyatakan bahwa tujuan AI bukanlah pencapaian ambisius semata, melainkan untuk memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia.
AI untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Menurut Ma, teknologi AI harus dirancang untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Setiap individu harus merasakan manfaat positif dari perkembangan teknologi ini.
Ia menambahkan bahwa teknologi, khususnya AI, seharusnya mampu membawa perubahan positif dan memberikan martabat bagi setiap orang di dunia. Bukan sekadar alat untuk mencapai tujuan yang bersifat materialistik.
Tanggung Jawab Pengembangan AI
Alibaba Cloud, sebagai penyedia layanan cloud terbesar di China, memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab. Sumber daya dan bakat yang dimiliki perusahaan harus dimanfaatkan secara bijak.
Ma menyadari potensi besar AI, namun ia juga menekankan pentingnya mengembangkan teknologi ini dengan memperhatikan etika dan dampaknya terhadap masyarakat. Hal ini penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan teknologi.
Alibaba Beralih ke Era AI
Alibaba kini berfokus pada pengembangan AI, bergeser dari bisnis e-commerce utamanya. Alibaba Cloud, dengan model AI Qwen-nya yang semakin populer, menjadi ujung tombak strategi ini.
Keberhasilan Alibaba Cloud dalam pasar cloud computing di China menjadi modal penting dalam pengembangan dan implementasi teknologi AI yang lebih luas. Hal ini menunjukkan komitmen Alibaba untuk menjadi pemain utama di industri AI.
Pidato Jack Ma memberikan perspektif yang menyegarkan dalam perkembangan pesat teknologi AI. Ia menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam pengembangan teknologi, bukan hanya mengejar kemajuan teknologi semata. Pesan ini relevan di tengah kekhawatiran publik akan dampak AI terhadap kehidupan manusia.





