Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menjajaki peluang investasi di GOTO, perusahaan teknologi hasil merger Gojek dan Tokopedia. Langkah ini diyakini sebagai upaya untuk mempertahankan kepemilikan nasional di tengah potensi merger GOTO dan Grab Holdings, perusahaan teknologi raksasa asal Singapura.
Potensi akuisisi saham minoritas GOTO oleh Danantara telah memicu berbagai spekulasi dan analisis. Para ahli menilai langkah ini memiliki implikasi luas bagi perekonomian nasional, khususnya sektor ekonomi digital.
Dukungan Pemerintah dan Kepentingan Nasional
Ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai langkah Danantara berpotensi besar mendapat dukungan Presiden. Hal ini didasarkan pada perhatian Presiden terhadap ekonomi kerakyatan dan kepentingan nasional.
Wijayanto menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem GOTO yang melibatkan jutaan pelaku ekonomi, mulai dari pengemudi, kurir, UMKM, hingga pengguna layanan. Pemerintah, menurutnya, memiliki kepentingan strategis untuk memastikan kesejahteraan semua pihak yang terlibat.
Dengan turut serta sebagai pemegang saham, pemerintah melalui Danantara dapat memastikan kepentingan nasional terakomodasi. Hal ini dianggap sebagai langkah paling praktis untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Analisis Dampak Merger GOTO dan Grab
Merger GOTO dan Grab akan menciptakan raksasa teknologi terbesar di Asia Tenggara. Namun, potensi dominasi asing dalam perusahaan hasil merger ini menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia.
Investasi Danantara diharapkan dapat meredam kekhawatiran tersebut. Kepemilikan saham oleh entitas pemerintah ini akan memastikan adanya representasi kepentingan nasional dalam perusahaan gabungan tersebut.
Wijayanto menambahkan, ekosistem yang dihasilkan dari merger ini sangat besar dan menyentuh hajat hidup banyak orang. Oleh karena itu, pengawasan dan pengaturan yang tepat menjadi sangat penting.
Langkah Strategis Danantara dan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia
Informasi dari Bloomberg menyebutkan Danantara telah memulai diskusi awal dengan GOTO untuk akuisisi saham minoritas. Sumber yang mengetahui jalannya diskusi menyatakan hal ini untuk mengurangi kekhawatiran pemerintah terkait merger GOTO dan Grab.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Danantara, langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk mengamankan kepentingan nasional di sektor ekonomi digital yang berkembang pesat. Pemerintah berpotensi memiliki sebagian saham perusahaan teknologi terbesar di Asia.
Keberhasilan investasi Danantara di GOTO akan menjadi preseden penting bagi kebijakan pemerintah dalam mengatur dan membina pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan. Hal ini juga akan memberikan gambaran bagaimana pemerintah melindungi kepentingan nasional di tengah arus globalisasi yang semakin cepat.
Ke depan, perkembangan investasi ini patut dipantau secara ketat. Transparansi dan akuntabilitas dalam prosesnya menjadi kunci keberhasilan, sekaligus menjamin kepercayaan publik terhadap langkah pemerintah dalam memajukan ekonomi digital Indonesia.


