Home >  Berita >  Peristiwa

Dapat Amnesti, 67 PMI dari Oman Dijemput Kepala BP2MI di Bandara Soetta

Dapat Amnesti, 67 PMI dari Oman Dijemput Kepala BP2MI di Bandara Soetta
67 PMI di Oman Dilepas Usai Mendapatkan Amnesti dari Kesultanan Oman (Foto: Dok. Istimewa)
Rabu, 09 Desember 2020 19:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Oman membantu 67 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar prosedur resmi untuk kembali dari Oman ke Indonesia. Para PMI itu diperbolehkan kembali usai mendapatkan amnesti dari Kesultanan Oman. "Melepas pemulangan 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Kesultanan Oman. PMI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Jawa Barat, NTB, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Jabotabek," kata Duta besar LBBP RI untuk Kesultanan Oman dan Yaman, Mohamad Irzan Djohan, dalam keterangannya, Rabu (9/12/2020). Pemulangan 67 PMI ini dilaksanakan pada Selasa (8/12) kemarin menggunakan pesawat pada pukul 16.50 waktu setempat. Mereka diperkirakan tiba kembali ke Indonesia siang nanti sekitar pukul 13.10 WIB.

Sementara itu, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menjemput langsung 16 dari 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mendapat amnesti dari kesultanan Oman, di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Rabu, 9/12/2020.

Ads
Benny mengatakan, baru 16 PMI yang pulang terlebih dahulu. Sedangkan sisanya akan dipulangkan tanggal 10 Desember 2020.

Para PMI tersebut pulang ke tanah air setelah mengikuti program amnesti Pemerintah Oman yang dimulai sejak tanggal 15 November 2020 hingga 31 Desember 2020. Melalui program tersebut, para pekerja asing yang bekerja di luar prosedur resmi dapat meninggalkan Oman tanpa dikenakan denda apapun.

"PMI ini berasal dari berbagai daerah yaitu Jawa Barat, NTB, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Jabotabek," jelas Benny.

Ia mengatakan, penjemputan dan kepulangan PMI dari kesultanan Oman ini merupakan hasil kerja kolaboratif dengan Kementerian Luar Negeri. "Kerja-kerja ini butuh sinergi kelembagaan, alhamdulillah hari ini mereka tiba dengan selamat dan kami akan pulangkan sampai kampung halaman," ujarnya.

Benny menambahkan, seluruh PMI yang dipulangkan dibiayai oleh negara, Pemerintah di bawah presiden Jokowi ini baik, PMI yang resmi maupun tidak resmi juga di urus.

"Yang paling penting jika ingin bekerja pilihlah secara benar, sesuai prosedur, ini yang harus diketahui oleh masyarakat. Kalau ingin berangkat lagi silahkan, Pemerintah tidak punya hak untuk menghalangi. Pemerintah siap memfasilitasi jika ingin berangkat, pilih cara-cara yang benar, dan bisa melalui Dinas Tenaga Kerja atau UPT BP2MI," jelasnya.

Setelah tiba ditanah air, lanjut Benny, BP2MI akan memfasilitasi dan mengantarkan para PMI sampai kampung halaman.

"Sudah saatnya kita memuliakan PMI, kalian ini Pahlawan. Hari ini sudah resmi lewat jalur khusus dengan karpet khusus VVIP. PMI juga akan siapkan lounge yang tanggal 18 Desember 2020 nanti akan diresmikan oleh Presiden Jokowi," pungkas Benny.

***

Kategori : Peristiwa, Pemerintahan
www www