Home >  Berita >  Ekonomi

Buntut Tewasnya 6 Orang Bukan Teroris di Tangan Polisi, Presiden Diminta Copot Kapolri dan Kabaintelkam

Buntut Tewasnya 6 Orang Bukan Teroris di Tangan Polisi, Presiden Diminta Copot Kapolri dan Kabaintelkam
Ilustrasi penembakan. (gambar: istimewa/govtech)
Senin, 07 Desember 2020 19:26 WIB

JAKARTA - 6 dari 10 orang dinyatakan tewas di tangan polisi dalam sebuah insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, sekira pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2020) dini hari.

Kabar yang beredar, kapolda Metro Jaya Irjen. polisi Fadil Imran menyatakan bahwa 6 anggota Polri diserang dengan senjata tajam dan senjata api. 3 tembakan dari senjata api para penyerang, sudah meletus.

Dalam posisi terancam, anggota polisi pun menembak penyerang hingga menyebabkan enam dari 10 pelaku meninggal dunia.

GoNews.co telah mencoba mengonfirmasi kabar ini, namun Fadil belum memberi tanggapan. Termasuk mengenai kaitannya para korban tewas dengan Rizieq Shihab.

Ads
Terkait insiden ini, ketua Presidium Ind. Police Watch Neta S. Pane menyatakan, bagaimana pun keenam orang yang tewas itu "bukanlah anggota teroris,".

"Sehingga polisi wajib melumpuhkannya terlebih dahulu, karena polisi lebih terlatih dan polisi bukan algojo melainkan pelindung masyarakat," kata Neta, Senin (7/12/2020).

Lebih jauh, menurut Neta, "presiden Jokowi harus segera mencopot kapolri Jenderal polisi Idham Azis dan kabaintelkam Polri Komjen polisi Rycko Amelza,".

Kenapa Baintelkam? Menurut Neta, jika benar kelompok korban mempunyai laskar khusus yang bersenjata, kenapa Baintelkam tidak tahu dan tidak melakukan deteksi dan antisipasi dini serta tidak melakukan operasi persuasif untuk "melumpuhkannya".

Kenapa kapolri? Menurut Neta, tidak promoternya Idham Azis dalam mengantisipasi kasus Rizieq sudah terlihat sejak kedatangan pimpinan FPI itu di Bandara Soetta, yang tidak diantisipasi dengan profesional, tapi terbiarkan hingga menimbulkan masalah.

***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Ekonomi, Politik, GoNews Group
www www