Kepala Dinkes Ajak Warga Jaga Jarak di Warkop untuk Hindari Covid

Kepala Dinkes Ajak Warga Jaga Jarak di Warkop untuk Hindari Covid
Senin, 30 November 2020 14:07 WIB
Penulis: Kamal
LHOKSEUMAWE-Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar kegiatan sosialisasi tentang tata cara pencegahan virus Covid-19 untuk warga yang bermukim di wilayahnya. Tujuan kegiatan tersebut agar masyarakat mengetahui dalam menjaga diri dari ancaman virus covid di tengah masa pandemi saat ini.

Kepala Dinkes Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar kepada wartawan Senin, (30/11/2020) mengatakan, salah satu upaya pencegahan Covid–19 yaitu, melalui sosialisasi kepada masyarakat tingkat bahayanya Covid-19 jika terserang pada tubuh manusia bahkan hingga nyawa kita terancam. Begitulah bahayanya Covid–19 dan hingga hari ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk melawan wabah virus yang mematikan nyawa manusia itu.

"Setelah warga mengetahui tingkat bahayanya Covid-19 sehingga masyarakat akan sadar masing–masing menjaga diri sendiri dari ancaman virus asal negeri cina tersebut. Maka sedemikian penting melakukan sosialisasi guna menyelamatkan manusia khususnya warga penduduk Kota Lhokseumawe dari ancaman wabah virus yang menyerang seluruh dunia saat ini," terang dr Said Alam Zulfikar.

Sambungannya, Oleh karena itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas terkait melakukan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 di tingkat desa berupa kegiatan lokakarya mini. Tujuannya agar masyarakat sudah mengetahui bagaimana pola pencegahan Covid-19, seperti penerapan Protokol Kesehatan ( Prokes ) dalam kehidupan sehari-hari.
Ads

Kemudian, mengingatkan warga tentang 3M, terutama menjaga jarak (Physical), apabila masyarakat keluar rumah ke tempat keramaian selalu menjaga jarak. Dan diharapkan kepada warga agar meminimalkan ke luar rumah ketempat keramaian. "Jika tidak penting seperti nongkrong di warung–warung kopi. Kemudian, dianjurkan mencuci tangan memakai sabun di tempat air yang mengalir ketika tersentuh kulit dengan orang lain. Begitu juga selalu memakai masker saat ke luar rumah agar terhindari dari penyebaran Covid-19 karena virus anti kebal tersebut lebih cepat menular melalui pernapasan," tegas dr. Said Alam Zulfikar.

"Dalam sosialisasi pencegahan Covid-19, kita juga memberi gambaran tanda-tanda gejala awal terpapar Covid-19, seperti batuk tidak berdahak atau batuk kering, panas badan berlebihan, kelelahan atau lemas, pegal–pegal, kehilangan nafsu makan, hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium," terang dr. Said Alam Zulfikar.

"Apabila ada warga yang mengalami gejala seperti tersebut di atas, maka segera mendatangi Puskesmas-puskesmas terdekat atau RSU untuk mendapat pelayanan kesehatan seperti dilakukan Rapide test secara gratis. Jika terduga terpapar Covid-19 maka akan dilakukan pemeriksaan Swab, Penemuan kasus suspek/probable (find) akan dilanjutkan dengan melakukan isolasi (isolate), dan pemeriksaan laboratorium (test)," tambah dr. Said Alam Zulfikar.

dr. Said Alam Zulfikar menjelaskan, Ketika hasil test RT-PCR positif, maka akan dilakukan tindakan pemberian terapi sesuai dengan protokol kesehatan. Pelacakan kontak (trace) harus segera dilaksanakan segera setelah kasus suspek/probable ditemukan. Bagi yang memiliki kontak erat akan dikarantina selama 14 hari. Jika setelah dilakukan karantina selama 14 hari tidak muncul gejala, maka pemantauan dapat dihentikan. Akan tetapi jika selama pemantauan, kontak erat muncul gejala maka harus segera diisolasi dan diperiksa swab (RT-PCR).
Editor : Tarwiyah
Kategori : Pemerintahan, Umum, Peristiwa, Lhokseumawe, Aceh
www www