Home >  Berita >  Peristiwa

China Borong Batu Bara RI US$ 1,46 Miliar

China Borong Batu Bara RI US$ 1,46 Miliar
ilustrasi/net
Jum'at, 27 November 2020 18:17 WIB
JAKARTA - China sepakat memborong batu bara dari Indonesia. Kesepakatan itu tertuang dalam penandatanganan kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution (CCTDA) terkait ekspor batu bara Indonesia ke China.
Adapun kerja sama itu diteken dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) per Rabu, 25 November 2020 kemarin dalam acara Matchmaking China-Indonesia Coal Procurement Meeting yang diadakan secara virtual. Diteken oleh Ketua Umum APBI Pandu Patria Sjahrir dan Liang Jia Kun dari CCTDA ini.

Dengan ditandatanganinya MoU itu, keduanya sepakat untuk menjalankan kontrak pembelian batu bara mulai tahun 2021 dan berkomitmen untuk melaksanakan isi kontrak. Jangka waktu kerjasama ini sendiri berlangsung selama 3 tahun dengan nilai kesepakatan tersebut sebesar US$ 1,46 miliar atau Rp 20,6 triliun.

Selain itu, dalam kerjasama tersebut juga terdapat pembahasan lainnya. Di antaranya kesepakatan jumlah volume ekspor Indonesia ke China untuk tahun 2021. Namun, tidak dibeberkan rincian volume ekspor yang dimaksud. Meski begitu, APBI menekankan bahwa dalam pokok kerjasama itu, kuantitas target ekspor batubara dari Indonesia akan ditinjau setiap tahunnya.

Ads
Dalam kerja sama ini juga diperlukan penetapan indeks harga yang bisa dinegosiasikan secara berkala sebagai acuan harga impor batubara ke China dari Indonesia.

"Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pelaku industri batu bara dalam kepastian ekspor batubara ke Indonesia dan ke China sehingga menjadi sentimen positif dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional Indonesia," ujar Pandu, Jumat (27/11/2020) dirilis detikcom.

Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang turut serta dalam acara menjelaskan bahwa menurut data China Customs, total ekspor Indonesia ke China untuk produk batubara khususnya HS 2702, HS 2701 dan HS 2704 periode Januari-September 2020 baru mencapai US$ 4,9 miliar, menurun dibandingkan total ekspor tahun 2019 pada periode yang sama sebesar US$ 5,8 miliar.

Untuk itu kerjasama semacam ini, katanya cukup diperlukan.

"Meski pada tahun ini terjadi penurunan akibat melemahnya permintaan akibat wabah COVID-19, masih banyak peluang kerja sama Indonesia-China di sektor batu bara yang bisa terus digali dan dikembangkan," ujar Djauhari.

Melalui kerja sama ini, produsen batu bara nasional optimistis industri akan mulai pulih menjelang 2021 nanti meski pasar batu bara global diperkirakan belum bisa sepenuhnya kembali ke level 2018-2019.

Kerja sama ini diprakarsai oleh pemerintah kedua negara, untuk Indonesia diusul oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sejak beberapa bulan lalu yang sudah menjajaki peluang dengan pemerintah RRT yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar China di Jakarta.

Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah Indonesia dan China dalam memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Editor : Ari
Kategori : Peristiwa, Umum, GoNews Group
www www