Miniatur Indonesia di Tanah Arab, menurut MPR

Miniatur Indonesia di Tanah Arab, menurut MPR
Wakil Ketua MPR RI, Dr Ahmad Basarah di ruang kerjanya. (foto: istimewa)
Kamis, 29 Oktober 2020 15:33 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Basarah, mengajak semua elemen bangsa khususnya umat Islam, untuk menjadikan momentum peringatan maulid Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam sebagai pengingat bahwa kebhinekaan kota Madinah di zaman Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam mirip dengan kebhinekaan Indonesia saat ini.

"Di Yatsrib yang kemudian berganti nama menjadi Al-Madinah Al-Munawwarah, Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam juga menghadapi kebhinekaan suku-suku dan agama-agama. Suku-suku itu saling bersaing, para penganut agama-agama pun saling menunjukkan pengaruh. Di tengah persaingan suku, agama, ras dan antargolongan itulah Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam lalu mengajukan Piagam Madinah sebagai platform bersama yang mempersatukan mereka," kata Ahmad Basarah, tertulis, Kamis (29/10/2020).

Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menjelaskan, Piagam Madinah yang dibuat secara demokratis itu hanya memuat nilai-nilai bersama yang mengikat dan bisa diterima semua suku dan penganut agama di Madinah. Itulah sebabnya Piagam Madinah sejak awal tidak mendapat penolakan dari penduduk Yatsrib yang beragam.

"Dalam konteks Indonesia, universalitas Piagam Madinah itu mirip dengan universalitas Pancasila yang juga memuat nilai-nilai bersama yang mengikat bangsa yang beragam ini dari segi suku, agama, ras dan antargolongan. Jika kita lihat sejarah kelahiran Pancasila, umat Islam sebagai mayoritas tidak memaksakan kehendak mereka saat itu, sebaliknya penganut agama lain merasa terlindungi," jelas Ahmad Basarah.

Karena itu, jelas penulis buku 'Bung Karno, Islam dan Pancasila' ini, momentum peringatan Maulid Nabi kali ini harus dijadikan inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk memperkukuh persatuan nasional dan semangat gotong royong menghadapi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.***
Ads
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Umum
www www