Home >  Berita >  Umum

Doa UAS untuk Rangga: Engkau Ajarkan Kami Tentang Menjaga Kehormatan, Meski harus Dibayar Nyawa Nak!

Doa UAS untuk Rangga: Engkau Ajarkan Kami Tentang Menjaga Kehormatan, Meski harus Dibayar Nyawa Nak!
Ustaz Abdul Somad saat ceramah di Lhokseumawe Aceh. (Dok. GoNews)
Sabtu, 17 Oktober 2020 10:05 WIB
PEKANBARU - Kasus kematian yang menimpa Rangga (9) seorang bocah yang dibunuh pelaku pemerkosa ibunya di Kecamatan Birem Bayuen, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mendapat perhatian dari sejumlah pihak.

Tak sedikit masyarakat yang bersimpati dan berduka cita atas kematian Rangga. Tak terkecuali penceramah asal Riau, Ustad Abdul Somad (UAS). Dalam akun resmi Instragram resminya @ustadzabdulsomad_official, UAS menulis ungkapan doa khusus untuk Rangga.

"Rasulullah Saw bersabda: Siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid". (HR. at-Tirmidzi).

"Ananda Rangga. Dengan perbuatanmu engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini tentang arti menjaga kehormatan, walau mesti dibayar dengan nyawa. Engkau hadap Allah tanpa dosa, karena belum aqil baligh".

Ads
"Engkau mulia dengan derajat syahid. Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu".

"Syahid berarti menyaksikan, karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga sebelum kematian tiba. Engkau merasakan sakaratulmaut hanya seperti cubitan lembut pada kulit yang halus".

"Engkau terbebas dari azab kubur dan hisab. Ruhmu berada di paruh burung-burung berwarna hijau terbang kian kemari di dalam surga. Bila engkau diberi Allah kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagiannya untuk hamba Allah yang hina".

Begitulah doa Ustaz Abdul Somad. Tulisan yang diunggah pada Jumat (16/10/2020) ini mendapat respons pengikutnya di Instagram dai yang pernah mengajar di UIN Suska tersebut. Tak sedikit dari mereka yang mendoakan kebaikan untuk almarhum Rangga.

Seperti diketahui, peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2020) malam lalu. Pelakunya adalah Samsul Bahri, lelaki 40 tahun, seorang yang pernah dipenjara.***
Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Suara.com
Kategori : Umum, Peristiwa, Aceh
www www