Menkes: Rajin Cuci Tangan Bisa Selamatkan Nyawa dari Covid-19

Menkes: Rajin Cuci Tangan Bisa Selamatkan Nyawa dari Covid-19
Menkes Terawan Agus Putranto. (detikhealth)
Jum'at, 16 Oktober 2020 09:22 WIB

JAKARTA - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta semua orang rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebagai bagian dari usaha menyelamatkan nyawa dari ancaman virus corona.

''Tangan yang bersih menyelamatkan nyawa dari ancaman Covid-19 dan penyakit menular lainnya,'' ujar Terawan dalam siaran pers yang dilansir laman resmi Kemenkes, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Terawan meminta semua kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan untuk mendorong pentingnya praktik cuci tangan pakai sabun demi mencegah penyebaran Covid-19 serta penyakit menular lainnya.

Selain itu, Terawan juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kampanye cuci tangan pakai sabun di daerahnya masing-masing.

Ads
''Pemerintah daerah agar menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di seluruh rumah tangga, lembaga, lokasi pariwisata dan tempat umum lainnya,'' tutur Terawan.

Ia meminta semua mitra pemerintah menyediakan fasilitas mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun di tempat kerja masing-masing.

Nantinya, Kemenkes juga akan berkolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan akses ke fasilitas cuci tangan dengan sabun.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, solusi pengendalian Covid-19 bukan hanya vaksin, melainkan juga dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

Ia mengatakan, penerapan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, merupakan cara sederhana dalam mengendalikan wabah Covid-19. Kendati demikian, cara tersebut sangat efektif.

Wiku mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan secara disiplin dalam sebuah masyarakat dapat menurunkan risiko penularan hingga 85 persen.

''Sehingga, jika kita bisa menerapkan ketiga protokol sekaligus, risiko penularan akan turun jauh lebih besar. Adaptasi perilaku memang tidak mudah. Oleh karena itu perlu kerja sama elemen masyarakat dalam pengendalian Covid-19,'' tutur Wiku dalam konferensi pers daring pada Kamis (15/10/2020).

''Kami mohon seluruh masyarakat di Indonesia betul-betul memahami kondisi pandemi Covid-19 sambil mengubah perilaku. Memastikan kita bisa bertahan menghadapi Covid-19 ini dan menunggu penyiapan program vaksinasi sehingga kita bisa terproteksi dengan berbagai cara,'' ucap dia.***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Uncategories
www www