Home >  Berita >  Umum

Qariah yang Tolak Buka Cadar pada MTQ Sumut Ternyata Hafal Alquran 30 Juz, 11 Saudaranya Juga Hafiz

Qariah yang Tolak Buka Cadar pada MTQ Sumut Ternyata Hafal Alquran 30 Juz, 11 Saudaranya Juga Hafiz
Muyyassaroh (pakai cadar). (indozone)
Sabtu, 12 September 2020 13:41 WIB

MEDAN - Muyyassaroh mendadak menjadi buah bibir umat Islam di Tanah Air karena keteguhannya mempertahankan cadar yang dipakainya. Dia memilih didiskualifikasi dari ajang MTQ ke-37 Sumatera Utara (Sumut) dari pada membuka cadar.

Muyyassaroh ternyata bukan hanya qariah mampu membaca Alquran dengan indah, melainkan juga hafal 30 juz Alquran.

''Dia pernah ikut MTQ dan juara. Juara harapan satu, juara tiga. Dia menamatkan hafiz 30 juz itu di Islamic Center,'' kata abang ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman, Kamis (10/9/2020), seperti dikutip dari detikcom.

Bukan hanya Muyyassaroh, Abdul mengatakan seluruh keluarganya juga merupakan hafiz. Selain Muyyassaroh, 8 saudara kandungnya juga hafiz 30 juz.

Ads
''Mereka itu ada 11 orang bersaudara, 9 hafiz 30 juz, 2 lagi sekitar 12 juz,'' tuturnya.

Selain hafiz, Muyyassaroh disebut mahir membaca kitab kuning. Abdul mengatakan di keluarga mereka memang dibiasaka membaca kitab kuning.

''Sampai sekarang dibudayakan majelis taklim, membaca kitab kuning. Kalau dia membaca kitab kuning, ya udah biasa aja,'' ucap Abdul.

Namun karena kejadian ini, kata Abdul, Muyyassaroh sempat mengatakan akan berhenti mengikuti kegiatan MTQ. ''Kemarin dia bilang nggak mau ikut lagi,'' jelasnya.

Kuliah Gratis

Karena hafal seluruh ayat Alquran, Muyyassaroh mendapatkan biaya pendidikan gratis di kampusnya, Universitas Al Washliyah (Univa) Medan. Dia mendapat beasiswa hingga lulus dari kampus itu.

''Dia dapat beasiswa karena hafiz 30 juz itu. Di kampus ini memang ada beasiswa untuk hafiz 30 juz. Tadi GP Al-Wasliyah bilang akan memberikan beasiswa, tapi sudah kami beri beasiswa. Insya-Allah nanti dari GP Al-Washliyah untuk biaya S2 beliau,'' kata Rektor Univa, Halfian Lubis.

Halfian menjelaskan soal cadar yang digunakan Muyyassaroh tidak pernah dipermasalahkan di dalam kampus. Meski begitu, Muyyassaroh disebut sempat bertanya apakah kondisinya yang menggunakan cadar akan diterima dengan baik di dalam kampus.

''Dia setiap hari memang menggunakan cadar. Malah ketika mau masuk, dia bertanya kemari, ketemu dengan Wakil Rektor 1. Dia bertanya 'Ibu, apakah di kampus ini boleh pakai cadar?'. Kita sangat paham bahwa tidak ada larangan menggunakan cadar di perguruan tinggi, silakan,'' ucapnya.

Halfian juga menjelaskan Muyyassaroh dalam aktivitas di kampus juga baik. Dia menjelaskan Muyyassaroh juga merupakan mahasiswi yang berprestasi di kampus.

''Berperilaku baik, sopan santun. Dia juga anak pintar,'' jelasnya.

Sudah Lama Pakai Cadar

Abang ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman, mengatakan adiknya itu sudah memakai cadar sejak lama dan tak pernah membuka cadar di muka umum.

''Keyakinan cadar dia itu bukan spontanitas dia laksanakan. Artinya apapun dunia yang ditawarkan sama dia dengan unsur membuka salah satu kebiasaan dia, baik itu cadarnya atau yang lainnya, maka dia lebih takut dengan yang membuat aturan, yaitu Allah SWT,'' kata Abdul Rahman, kepada wartawan di Medan, Kamis (10/9/2020).

''Demi Allah saya katakan, saya sebagai abang iparnya pun belum pernah sekalipun melihat wajahnya. Makanya beliau merasa berat untuk melepas itu,'' imbuhnya.

Pihak keluarga mengaku terkejut ketika Muyyassaroh diminta membuka cadar saat mengikuti MTQ Sumut di Tebing Tinggi. Muyyassaroh disebutnya sudah mengikuti MTQ sejak 2012 dan tidak pernah diminta untuk membuka cadar.

''Sejak 2012 ikut MTQ tetap menggunakan cadar,'' tuturnya.

Dia juga mengatakan Muyyassaroh tak diberi tahu soal aturan harus membuka cadar saat tampil di MTQ Sumut. Aturan itu, katanya, baru diketahui saat adiknya sudah naik ke bilik untuk tampil.

''Kenapa aturan itu ada tapi tidak disampaikan? Saya juga ada di grup WA MTQ itu. 'Bapak, tidak ada aturan itu disampaikan kepada kami', kata official tim itu,'' jelasnya.

Berdalih Salah Paham

Sebelumnya, video saat Muyyassaroh diminta membuka cadar saat mengikuti MTQ viral di media sosial. Dalam video itu Muyyassaroh diminta membuka cadar dengan alasan merupakan aturan nasional.

''Peraturan nasional. Sudah diterapkan sejak tahun lalu di TSQ Pontianak,'' kata suara pria yang belakangan disebut sebagai dewan hakim.

Muyyassaroh yang menolak membuka cadar kemudian meninggalkan lokasi kegiatan. Panitia pelaksana yang menjelaskan kejadian mengatakan terjadi kesalahpahaman pada saat itu.

''Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di level nasional. Tetapi, di Sumut, kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat,'' ujar Ketua Panitia Pelaksana MTQ Palid Muda Harahap dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).

Palid mengatakan Muyyassaroh sudah diminta untuk tampil ulang. Namun, yang bersangkutan menolak. Palid juga menegaskan pihaknya tidak melarang peserta MTQ Sumut menggunakan cadar karena sudah ada penyesuaian untuk MTQ ke-37 Sumut.

''Ini sebenarnya kenapa kita apakan (harus membuka cadar). Kadang ada anak-anak yang salah menggunakan cadar ini kan. Tampil di kabupaten bukan dia, tampil di provinsi bukan dia. Tampil pakai bercadar bukan dia, nama (pakai) nama dia. Jadi cadar ini baik, tapi jangan disalahgunakan,'' kata Palid.

''Yang bercadar itu kita tugaskanlah dewan hakim yang perempuan memeriksa yang bercadar di kamar tertutup. Kita sesuaikan wajahnya dengan pas foto waktu mendaftar,'' sambungnya.***

Editor : hasan b
Sumber : detik.com
Kategori : Umum
www www