Home >  Berita >  Peristiwa

Dana untuk Pesantren Cair dari Kemenag, Pekanbaru dapat Rp650 Juta

Dana untuk Pesantren Cair dari Kemenag, Pekanbaru dapat Rp650 Juta
Jum'at, 11 September 2020 20:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PEKANBARU - Anggota Komisi VIII dari Fraksi Demokrat, Achmad, menyerahkan bantuan uang operasioanal untuk 22 Pondok Pesantren se Kota Pekanbaru. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Walikota Pekanbaru, H. Firdaus, MT disaksikan pejabat lainnya di Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (11/9/2020).

Masing-masing Pondok Pesantren menerima uang tunai bervariasi mulai dari Rp25-50 juta dengan total seluruhnya Rp650 juta. Dimana dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan Kementerian Agama (Kemenag RI) melalui usulan dan perjuangan Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Riau I, H Achmad M.Si selaku mitra kerjanya di parlemen.

"Saya akan terus menyuarakan dan memperjuangkan bagaimana Pondok Pesantren dan sekolah-sekolah berbasis Islam lainnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat khsusunya di Riau," kata Achmad.

Achmad menuturukan, Pondok Pesantren dan sekolah Islam lainnya merupakan hal yang paling penting dalam menciptakan generasi masa depan yang berakhlak. "Tentu ini menjadi pusat perhatian kita bagaimana sekolah-sekolah Islam ini mendapatkan hak dan perhatian yang sama dengan sekolah umum lainnya oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Ads
Lebih lanjut, Achmad menjelaskan, seluruh sekolah-sekolah berbasis Islam lainnya di Riau akan disulkan untuk mendapatkan bantuan. Hal ini agar sekolah-sekolah Islam tersebut bisa tumbuh dan menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren.

"Ini harus kita pacu terus. Kita tidak ingin ada sekolah Islam yang tutup hanya karena tidak sanggup untuk biaya operasional maupun lainnya. Padahal kalau ini terjadi sama saja kemunduruan bagi kita," ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini banyak sekolah-sekolah berbasis Islam yang memprihatinkan, mulai dari minimnya pembangunan fasilitas dan kekurangan tenaga pengajar. "Tentu ini menjadi perhatian kita bersama. Kita tau banyak sekolah dibiayai secara swadaya masyarakat seperti di kampung-kampung pedalaman," tandasnya.***

www www