Home >  Berita >  Peristiwa

Wartawan Ditemukan Tewas Penuh Luka Tikaman, PWI Desak Polisi Transparan

Wartawan Ditemukan Tewas Penuh Luka Tikaman, PWI Desak Polisi Transparan
Ilustrasi. (Net)
Kamis, 20 Agustus 2020 17:50 WIB

MAMUJU - Persatuan Wartawan Indonesia  Provinsi Sulawesi Barat meminta kepolisian transparan dalam mengungkap kematian wartawan bernama Demas Laira (28) di Mamuju Tengah.

"Kami mendesak pihak Polres Mamuju Tengah agar segera mengungkap penyebab kematian wartawan yang diduga menjadi korban pembunuhan dan segera menyampaikan secara transparan motif pembunuhan tersebut," kata Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Sulawesi Barat Mursalim Majid di Mamuju, Kamis (20/8/2020).

PWI juga meminta masyarakat, khususnya wartawan di Sulawesi Barat, untuk menunggu hasil penyelidikan yang saat ini masih terus dilakukan polisi.

"Teman-teman wartawan juga harus mempercayakan sepenuhnya penyelidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian. Namun, tentu kami berharap agar polisi bisa secepatnya mengungkap dan menyampaikan motif pembunuhan tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi," ujar Mursalim.

Ads
Dari informasi yang dihimpun hingga Kamis sore menyebutkan, wartawan yang bekerja di sebuah media online itu  ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tikaman di tubuhnya.

Dia ditemukan tergeletak di pinggir jalan poros wilayah Dusun Salu Bijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Kamis dinihari sekitar pukul 02.00 Wita.

Polisi yang datang ke lokasi penemuan jasad langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kematian.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya, sepeda motor, dompet, dan kartu pers.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamuju Tengah Inspektur Polisi Satu Agung Setyo Negoro mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jenazah Demas.

"Di lokasi penemuan jasad wartawan tersebut, juga ditemukan motor milik korban, kartu identitas serta sepatu sebelah kanan yang belum kami tahu pemiliknya," kata Agung.

"Jenazah korban sudah diambil oleh pihak keluarganya. Terkait penyebab kematian, kami masih terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi," Agung menambahkan.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : ANTARA
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan
www www