Diluncurkan saat HUT RI ke-75, Benny Pastikan Satgas jadi Mimpi Buruk bagi Mafia PMI

Diluncurkan saat HUT RI ke-75, Benny Pastikan Satgas jadi Mimpi Buruk bagi Mafia PMI
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. (GoNews)
Senin, 17 Agustus 2020 17:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) resmi menabuh genderang perang dengan mafia pekerja migran Indonesia (PMI). Tak ada ruang negosiasi dan toleransi bagi mereka menganggu para pahlawan devisa.

Hal itu dibuktikan dengan diluncurkanya Satuan Tugas (Satgas) untuk memberantas praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal di Aula Gedung BP2MI, Jakarta, kemarin. Peluncuran itu dilakukan bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-75.

Kepala BP2MI Benny Ramdhani berharap, semangat kemerdekaan bisa mempengaruhi semangat pemberantasan mafia di negeri ini. "Seberapapun besarnya kekuatan mereka. Mereka akan diberangus dan diberantas tuntas. Ini akan jadi mimpi buruk buat mereka," tegas Kepala BP2MI Benny Ramdhani di Aula Gedung BP2MI, Jakarta, kemarin.

Dia sadar, upayanya memberangus para mafia PMI tak semudah membalikkan tangan. Untuk itu, dia menggandeng sejumlah pihak untuk ikut bersama-sama bekerja untuk memberantas mafia PMI. Selain TNI-Polri, satgas ini juga melibatkan kelompok-kelompok masyarakat sipil, kalangan ormas keagamaan, serta para akademisi untuk menguatkan efektivitas kerja dari satgas tersebut.

Ads
"Kami akan buktikan bahwa kami bisa melakukannya. Negara tidak akan kalah dengan mereka, seberapa pun kuatnya mereka, sebesar apapun jaringan mereka, kami akan sikat tuntas," tegasnya.

Susunan keanggotaan pemberantasan sindikat pengiriman illegal PMI terdiri dari Ketua Satuan Tugas Benny Rhamdani, Ketua Harian Gugus Tugas Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, Wakil Ketua Harian Mas Achmad Santoso serta  Sekretariat dan Kelompok Pakar dari internal BP2MI.

"Perlu saya sampaikan, Satgas ini akan melakukan pencegahan dan penanganan sindikat ilegal PMI  land-based dan sea-based, dan beroperasi di daerah-daerah perbatasan, di kantong-kantong PMI, serta melakukan pencegahan dan penanganan di negara tujuan penempatan tertentu," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, bekas Senator Sulawesi Utara itu mengaku telah memetakan seluruh persoalan sindikat ilegal PMI. Mulai oknum yang bermain hingga modus operandinya.

"Intinya, kami berupaya untuk memerdekakan PMI dari sindikat perusahaan pengiriman tenaga migran. Menurutnya, BP2MI tidak ada tawar menawar, tidak ada basa basi, tidak ada istilah negoisasi lagi terhadap orang-orang yang ingin memanfaatkan Pekerja Migran untuk mengumpulkan kekayaan pribadi dengan merampas kemerdekaan pekerja migran," tegasnya.

Sementara itu, asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang mengaku telah dimandatkan Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk mengerahkan seluruh matra untuk memberantas mafia. Panglima pastikan mendukung penuh pemberantasan mafia PMI.

"Sebagai asisten operasi, saya akan melaksanakannya. Dan, seperti yang tadi dibilang Pak Benny, negara tidak boleh kalah dengan mafia," katanya.***

Kategori : Pemerintahan, Peristiwa
www www