Gerakan Bagi-bagi Jutaan Masker bisa Berlangsung Lebih Lama

Gerakan Bagi-bagi Jutaan Masker bisa Berlangsung Lebih Lama
Salah satu acara peluncuran gerakan bagi-bagi masker. Daerah Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah pembagian masker terbanyak yakni mencapai 26 juta masker. (Foto: Ist.)
Jum'at, 14 Agustus 2020 13:34 WIB

JAKARTA - Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pusat Penerangan (Puspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Aang Witarsa Rofiq menyatakan, gerakan bagi-bagi masker sebagai sosialisasi pentingnya penggunaan masker dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 bisa berlangsung lebih dari dua pekan.

"Bisa juga dilanjutkan," kata Aang melalui sambungan telepon, Jumat (14/8/2020).

Agenda ini, adalah tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi agar tiap bagian dari protokol kesehatan disosialisasikan secara terpisah guna mempermudah pemahaman dan penerapannya, khususnya untuk masyarakat kelas bawah. Dua pekan, menjadi simulasi rentang waktu sosialisasi yang disebut Presiden untuk tiap-tiap bagian dari protokol kesehatan.

Sejauh ini, Kemendagri secara kolaboratif bersama Tim Pengerak Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP-PKK) telah melakukan gerakan bagi-bagi masker di beberapa daerah. Sejak 4 Agustus 2020, tercatat ada Gowa, Indramayu, Rejang Lebong, Jawa Timur, Depok dan Kuningan, menjadi daerah-daerah yang telah dikunjungi Mendagri saat mereka meluncurkan gerakan memakai masker di daerahnya.

Ads
"Kemendagri hanya memberikan stimulus, daerah mana yang siap membagikan masker di wilayahnya sebanyak minimal satu juta masker, Mendagri akan dukung dengan kehadiran langsung Pak Mendagri, dalam hal ini dibutuhkan inisiatif dan kemampuan daerah," kata Aang.

Selain faktor kesiapan daerah, faktor tingkat penyebaran covid-19 di suatu daerah, juga menjadi pertimbangan dalam menentukan titik dimana gerakan membagikan jutaan masker akan digelar.

"Belum ada peta pasti, semua masih tentatif, tapi tentu ada daerah-daerah yang menjadi fokus sesuai dengan kondisi yang disebut derah merah, dan sebagainya. Ada 8 provinsi kalau tidak salah," kata Aang.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Pemerintahan, GoNews Group
www www