Home >  Berita >  Aceh Utara

PHE NSO akan Kembangkan Konservasi Penyu Belimbing di Bantayan

PHE NSO akan Kembangkan Konservasi Penyu Belimbing di Bantayan
Dokumen : Jamaluddin Idris
Kamis, 13 Agustus 2020 16:56 WIB
Penulis: Jamal
ACEH UTARA — PT Pertama Hulu Energi (PHE) NSO, Kamis 13 Agustus 2020, menggelar acara sosialisasi tentang pelestarian penyu belimbing di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Ketua Program Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT PHE NSO, Faisal Marzuki dalam perbincangan dengan wartawan mengatakan, pelestarian penyu belimbing adalah salah satu program Kehati, apalagi penyu belimbing saat ini sudah langka.

Faisal Marzuki mengatakan, di samping alasan langka, di pesisir pantai Bantayan ini juga diketahui ada salah satu warga yang tanpa dibiayai mau melestarikan penyu belimbing.

"Yang kedua, kami sangat sangat simpati mendapat informasi ada salah satu warga di Bantayan yang mekakukan pelestarian penyu ini tanpa ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Inilah motivasi kami yang sangat besar untuk membantu warga Bantayan dalam melakukan pelestarian ekosistem pantai dalam hal membudidayakan dan merawat habitat penyu belimbing itu," kata Faisal Marzuki.

Ads
Terkait adanya warga yang melestarikan penyu belimbing di Bantayan, Faisal sangat mengapresiasi dan akan terus membina, karena selama ini ada lokal Hero yang tidak diketahui publik.

"Bagaimana mereka telah terlebih dahulu menjaga dan merawat habitat penyu yang bertelur di Pantai Bantayan ini, itu poin yang sangat besar kenapa kami turun ke mari dan tugas kami memang untuk wilayah Aceh Utara," ucapnya lagi.

Faisal menambahkan, PT PHE NSO berdomisili di sekitar desa ini atau tidak jauh diperkirakan sekitar 20 Mil dari pantai desa ini arah ke laut. Untuk progaram NSO ini memang sudah beberapa kali dilakukan di desa Bantayan.

"Tapi hari ini khusus kita datang karena program hari ini kita ada berkoordinasi dengan pelaku (pelestarian). Untuk hari ini, kita minta bantuan fakultas yaitu dari Fakultas Unsyiah biar bisa dibantu program ini. Dari usaha Pak Amri warga bantayan ini menjadi titik awal mula program kita. Maka kita minta bantu ke pihak Fakultas untuk mendampingi dan beri materi secara tehknik dan keilmuan lah, agar kedepan kita berharap lebih bermanfaat. Sementara ini untuk program penyu ini hanya di sini," terang Faisal lagi.

Faisal berharap ada kontribusi dari pihaknya atau nilai plus kepada warga Gampong Bantayan, lebih-lebih desa ini merupakan lokasi objek wisata. Tentu saja dengan adanya konservasi penyu belimbing, ke depan Bantayan lebih teorbit.

"Ke depannya kita lihat lagi untuk program-program lainnya, namun ini tidak sebuah janji, tapi kita usahakan untuk dapat membantu mendorong program membangun desa ini. Kami hanya bisa mengajukan kepada pimpinan, tapi kami tidak bisa memutuskan, kami hanya mampu berusaha menyampaikan saja ke pimpinan," imbuhnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Farok Afero, PhD selaku Ahli Perairan di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh juga menyampaikan program tersebut pertemuan dengan masyarakat untuk membicarakan kesepakatan konservasi penye belimbing.

"Dan Alhamdulillah kita sudah disepakati bersama dan sudah kita terima berita acaranya yang telah ditandatangani oleh masyarakat. Kemudian, yang kedua dengan stakeholder pemerintah daerah yaitu mengundang DKP Aceh utara, BLHK, dan BAPEDA, sebagai pemberitahuan bahwasanya kita punya konservasi penyu belimbing yang didukung oleh PHE NSO," ujar Farok.

Selain itu, pihaknya juga berencana mengadakan kegiatan penghijauan sepanjang pantai yang didukung oleh masyarakat, setelah selesai kegiatan baru dilakukan monitoring untuk melihat kapan penyu-penyu belimbing naik ke pantai Bantayan.

"Yang nanti akan kita lindungi ketika penyu itu nanti bertelur. Jadi nanti ada kesepakatan warga desa bantayan untuk sama sama melindungi penyu belimbing yang naik ke pantai untuk bertelur. Tentunya nanti akan dibuat Qanun Desa yang dibuat oleh tokoh desa. Perihal yang isi Qanunnya untuk sama-sama melindungi penyu yang bertelur di pantai desa Bantayan serta apa saja sanksi dan hukuman yang diberi kepada pelaku pelanggar Qanun desa yang telah dibuat untuk melakukan observasi penyu belimbing yang telah dibuat," jelas Farok.

Menurut penjelasan Farok, program ini akan berjalan sampai bulan April 2021 dan nanti ada progres yang sangat menggembirakan, sehingga nanti dari pihak PHE NSO akan melanjutkan program ini untuk lima tahun ke depan.

"Dan dari teman-teman media ini mulai sekarang sampai ke depan tetap akan kita undang terus untuk hadir dalam acara kita. Baik acara sosialisasi pelatihan, karena pelatihan kita didukung oleh kementerian kelautan perikanan yaitu dari Badan pengawasan sumberdaya laut dan pesisir BPSL Padang. Mereka akan membantu masyarakat dalam hal kegiatan pelatihan disini dan juga lembaga lembaga lainnya," tutur Farok.

"Kita harapkan program ini dapat berlanjut sampai dengan lima tahun ke depan. Jadi di sini sponsor utamanya ada dari pihak PT. PHE NSO ini seponsor utama untuk kegiatan ini dan juga masyarakat Bantayan supaya tetap konsiten dan komitmen supaya program ini dapat berlangsung dengan baik hingga 5 tahun ke depan," demikian Farok Afero.

Reporter : Jamaluddin Idris, A.Md Kom

Telepon : 0811-670-6197

Email : jamalreporter@gmail.com

Instagram : riojamal88
Editor : Rio
Kategori : Aceh Utara, Pemerintahan
www www