Home >  Berita >  Peristiwa

Tak Setuju Semua Sekolah dan Pasar Ditutup, Gus Jazil: Jangan Berlebihan, yang Penting Ikuti Protokol Kesehatan

Tak Setuju Semua Sekolah dan Pasar Ditutup, Gus Jazil: Jangan Berlebihan, yang Penting Ikuti Protokol Kesehatan
Jum'at, 31 Juli 2020 10:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
FLORES - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengakui saat pandemi Covid-19 banyak masyarakat takut untuk bepergian. Tidak hanya ke luar negeri tapi juga takut bepergian di dalam negeri.Demikian diungkapkan Gus Jazil, sapaan akrabnya, saat memberikan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, 30 Juli 2020.

Meski demikian, Ia mengakui harus memberanikan diri datang ke Ngada Flores untuk kali pertamanya. "Ini kunjungan saya pertama kali ke Ngada. Tapi kita dan rombongan tetap mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Meski baru pertama kali datang, Gus Jazil mengaku sangat nyaman berada di Ngada. Terlebih lagi dengan suasana alam dan seduhan biji kopinya. "Ngada hawannya dingin namun warganya hangat. Kelebihan daerah ini kopi bajawa-nya sangat terkenal," tandasnya.

Ads
Dalam sambutanya, Gus Jazil juga menyoroti soal dampak Covid-19 yang sudah berimbas ke perekonomian dunia. "Pandemi Covid-19 ini tidak hanya melanda Indonesia namun juga seluruh dunia. Negara-negara di Eropa yang terimbas, gerak perekonomian di sana menjadi minus," tegasnya.

Hampir seluruh negara di dunia yang terdampak Covid-19 kata Gus Jazil, mengalami krisis. "Dan kita tidak tahu kapan wabah ini berawal dan kapan berakhir,” ujar pria bersongkok asal Pulau Bawean Gresik, Jawa Timur itu.

Namun demikian, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu meminta pemerintah tidak mensamaratakan semua daerah dalam penanganan Covid-19. Karena menurutnya, tidak semua daerah dalam kategori zona merah.

"Jangan semua disamaratakan, masak semua sekolah dan pasar ditutup, ini kan sangat menganggu," ucapnya.

Hal demikian disebut berbahaya dan merugikan masyarakat. Tidak semua daerah zona merah. Ada daerah yang berzona hijau. "Contohnya di Ngada, daerah ini kan zona aman," sebutnya.

Sikap berlebihan dalam menghadapi Covid-19 menurut Gus Jazil tidak menguntungkan masyarakat. "Jangan berlebihan, yang penting tetap menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.

Pandemi Covid-19 menututnya tidak hanya menjadi tantangan dalam masalah perekonomian dan kesehatan, namun juga dalam masalah kebangsaan. "Pancasila juga diuji. Dalam melawan Covid-19 diperlukan sikap kebersamaan dan saling membantu. Untuk itu diharapkan sikap gotong royong dan menjaga persatuan perlu dikedepankan. Tanpa hal itu hidup akan menjadi lebih berat," paparnya.

Ia bersyukur di Ngada rasa persatuan dan kesatuan terjaga. Gus Jazil mengakui nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Diceritakan bagaimana saat Sukarno menjalani pengasingan di Ende, ia menemukan nilai-nilai dan dasar-dasar negara. Nilai-nilai inilah yang menurut Gus Jazil perlu terus dilestarikan dan dijaga.

Masyarakat Pulau Flores mayoritas beragama Katolik. Ada ungkapan Soegijapranata, 100% Katolik, 100% Indonesia. Dari hal yang demikian, Gus Jazil menyebut agama yang ada di Indonesia menjiwai nilai-nilai Pancasila. "Mari kita kuatkan Pancasila untuk membangun bangsa dan negara," tegasnya.

Sebagai salah satu kabupaten yang berada di Nusa Tenggara Timur, Gus Jazil mendorong agar Ngada terus maju dan berkembang. Agar kabupaten ini berkembang, dirinya mendorong agar pemerintah kabupaten setempat untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. “Harus bersinergi dengan semua komponen yang ada,” paparnya.

Dalam sosialisasi 4 Pilar MPR itu, juga dihadiri anggota MPR dari Fraksi PKB Dipo Nusantara, anggota DPRD dari beberapa kabupaten di Pulau Flores, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Th Yosnono, para Forkopimda, dan mahasiswa, mengambil tema ‘Aktualisasi Nilai 4 Pilar Kebangsaan Dalam Era New Normal’.***

www www