Segini Anggaran yang Dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin

Segini Anggaran yang Dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin
Ilustrasi: stockphoto.
Jum'at, 24 Juli 2020 15:46 WIB
JAKARTA - Vaksin Covid-19 dari Sinovac, China telah tiba di Indonesia dan akan diuji kepada seribuan orang sebelum akhirnya diproduksi. Mampukah Indonesia memproduksi vaksin sendiri?

Menurut Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia/IAKMI Dr. Hermawan Saputra, Indonesia memiliki peneliti-peneliti yang hebat dengan kepakaran yang sebenarnya cukup lengkap.

Tetapi memang, kata Hermawan, Kamis kemarin, "tentu ada teknologi, ada anggaran di situ, juga ada advokasi global,".

"Karena bicara vaksin itu ada kaitannya dengan perdagangan vaksin global. Jadi bagaimana meng-endorse agar bio farma sebagai BUMN bidang vaksin ini betul-betul mampu tampil secara global," kata Hermawan.

Ads
Terkait hal ini, Legislator Komisi XI DPR RI, Anis Byarawati menegaskan pentingnya penelitian, pengembangan dan produkasi vaksin lokal. Indonesia harus berdaulat vaksin dan pemerintah harus mendukung para peneliti lokal.

Tapi, kata Anis, anggaran untuk Riset penemuan vaksin virus SARS Cov-2 2020 sebesar Rp 35 miliar, justru mendapat potongan Rp 1,4 miliar. Sementara untuk anggaran vaksin tahun 2021, masih menunggu nota keuangan dan RAPBN 2021 yang diharap akan disampaikan melalui Pidato Presiden pada Agustus mendatang.

"Kita imbau pemerintah lebih aware terhadap ini. Untuk itu butuh riset. Kita harus sadar, butuh riset yang dikembangkan oleh kita," kata Anis.

Lalu berapa sebetulnya anggaran yang dibutuhkan peneliti lokal untuk menghasilkan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan lokal?

Kepala Lembaga Biologi Mokuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio mengungkapkan, pihaknya diberi waktu 12 bulan dan dilanjutkan dengan uji klinik fase 1-2-3 selama sekitar 12 bulan.

"Dana yang dibutuhkan untuk pengembangan vaksin skala lab sekitar Rp 10 milyar," kata Prof. Amin, Jumat (24/7/2020).***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group
www www