Kata Eijkman soal Pemurnian Virus Corona Covid-19

Kata Eijkman soal Pemurnian Virus Corona Covid-19
Cawan Petri yang biasa digunakan dalam penelitian. (Gambar: Ist./Shutterstock)
Jum'at, 24 Juli 2020 13:33 WIB
JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Mokuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio menyatakan bahwa dalam setiap tahapan penelitian tentu harus dilakukan pemurnian sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Dari Indonesia baru ada 15 WGS (whole genome virus) yang disubmit ke GISAID, 10 dari Lembaga Eijkman dan 5 dari UNAIR," kata Prof. Amin kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Dari 10 yang di-submit oleh Eijkman, kata Prof. Amin, 9 di antaranya masuk ke dalam kelompok (Clade) L dan 1 lainnya masuk ke dalam Clade O (Others).

Pernyataan Prof. Amin tersebut megonfirmasi soal urgensi pemurnian virus Corona/Covid-19 yang ada di Indonesia, dan sudah atau belumnya Eijkman melakukan proses itu.

Ads
Lebih jauh, Prof. Amin menjelaskan bahwa virus Corona/Covid-19 yang ada di Indonesia memang bermutasi, "tetapi jumlahnya sedikit dan tidak mempengaruhi RBD (Receptor Binding Domain) dari Protein Spike.

"Belum ada informasi keterkaitan mutasinya dengan perubahan keganasan," terang Prof. Amin.

Seperti diketahui, Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Efektivitas vaksin untuk warga Indonesia diberitakan tak lepas dari pentingnya kesesuaian dengan virus Covid-19 yang ada di tanah air. Karenanya, pemurnian menjadi salah satu proses yang harus dilakukan untuk mengenali virus Covid-19 yang ada di Indonesia.***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group
www www