Home >  Berita >  Peristiwa

Gus Jazil Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi Covid-19

Gus Jazil Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (Istimewa)
Rabu, 15 Juli 2020 13:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.Dimana dampak dari banjir bandang tersebut, mengakibatkan 4.930 warga terimbas, 15 orang meninggal dunia dan 34 orang dinyatakan hilang. "Bagi korban banjir bandang Luwu, kami atas nama pimpinan MPR menyampaikan rasa duka yang mendalam, semoga musibah ini cepat berakhir dan warga yang hilang segera ditemukan," ujar Jazilul Fawaid, Rabu (15/7/2020) di Jakarta.

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid menegaskan, musibah yang terjadi di Luwu Utara bukan tanpa sebab. Karena menurutnya, musibah tersebut adalah akibat dari ulah manusia yang tak bertanggungjawab. "Musibah ini memang ujian dari Allah, namun ini juga sekaligus peringatan bagi perusak lingkungan agar berhenti melakukan kegiatan yang merusak alam," tandasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, bencana alam yang terjadi di Indonesia, secara keseluruhan terjadi karena ulah tangan kotor para perusak alam dan lingkungan. "Aparat yang berwenang dalam hal ini TNI/Polri, Kementerian KLHK harus tegas menertibkan dan menghukum mereka yang merusak hutan. Agar kejadian tidak terulang kembali," tegasnya.

Ads
"Perlu kesadaran dan kearifan kita semua untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Karunia kekayaan alam jangan sampai berubah menjadi bencana alam," tambahnya.

Selain itu, Gus Jazil juga berharap, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tetap fokus dan waspada dalam mengantisipasi serta menangani bencana alam, meskipun saat ini BNPB tengah mendapat tugas berat menangani Covid-19.

"Ditengah fokus menangani bencana Covid-19, kami tetap harap BNPB tidak lengah mengantisipasi dan menangani bencana alam seperti banjir bandang yang terjadi di Luwu ini," tukasnya.

"Kami juga mengajak masyarakat umum beserta Pemda Luwu agar ikut turun tangan membantu korban banjir dan keluarganya," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7) lalu. Hingga saat ini 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 lainnya masih dalam pencarian.

BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (15/7) lalu. Mereka berasa dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

"Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2020).***

www www