Home >  Berita >  Ekonomi

Peserta JKN-KIS Ini Dukung Penyesuaian Iuran BPJS

Peserta JKN-KIS Ini Dukung Penyesuaian Iuran BPJS
Dok BPJS Kesehatan
Selasa, 14 Juli 2020 20:04 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSEUMAWE — Dalam Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, ditetapkan penyesuaian besaran iuran bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi peserta PBPU dan BP yaitu sebesar Rp 150.000 untuk kelas 1, Rp 100.000 untuk kelas 2, dan Rp 42.000 untuk kelas 3. Khusus untuk iuran kelas 3 hanya perlu membayar sebesar Rp 25.500,- sdengan sisanya sebesar 16.500,- dibiayai oleh pemerintah. Ketentuan yang mulai berlaku mulai Juli 2020 menimbulkan respons yang beragam di masyarakat.

Seperti halnya Fitriawati, peserta yang ditemui di sela-sela waktu layanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe ini mengungkapkan bahwa ia tak masalah dengan penyesuaian iuran yang dilakukan oleh pemerintah, kewajiban menjadi peserta Program JKN-KIS pun tetap didukungnya.

“Katanya iuran naik ya, saya dapat informasinya melalui sms juga, ya nggak apa-apa saya cuma mau tanya-tanya iuran yang baru saya bayar ini,” jelas Fitri sembari menunjukkan slip bukti bayar yang baru di dapatnya dari bank kepada tim Jamkesnews (09/07).

Fitri juga menceritakan rencananya untuk melakukan penurunan kelas JKN-KIS miliknya. Ia pun menjelaskan bahwa saat ini ia sedang merasa tidak mampu untuk tetap terdaftar sebagai peserta JKN-KIS di kelas 2 karena musibah yang tengah dialaminya. “Karena saya sudah sendiri ya, suami sudah almarhum, jadi ya tidak apa-apa saya turun kelas saja,” jelas Fitri.

Ads
Lebih lanjut, Fitri juga mengatakan bahwa kebijakan penyesuaian iuran ini tidak memberatkannya karena masih ada pilihan kelas yang telah disediakan.

“Untuk apa ya dipaksain kalau memberatkan, kalau tidak sanggup ya tinggal turun kelas saja, ada pilihannya,” kata Fitri.

Ibu satu anak itu juga mengungkapkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan pelayanan bagi peserta JKN-KIS yang berbeda kelas, namun nantinya jika musibah sakit melanda Fitri dan anaknya memilih untuk memanfaatkan fasilitas JKN-KIS dengan selisih biaya agar dapat dirawat di ruang rawatan yang lebih tinggi.

“Karena merasa tidak mampu bayar bulanan, bagus saya turun kelas, kita doa ya jangan sakit, tapi kalau sekiranya sakit ya saya tetap pakai JKN dengan memanfaatkan bayar selisih saja, ” tutup Fitri. []
Editor : Rio
Kategori : Ekonomi, Lhokseumawe
www www