Home >  Berita >  Olahraga

Pengakuan Iwan Bule Terhadap Shin Tae Yong Harus Diikuti Tindakan Tegas

Pengakuan Iwan Bule Terhadap Shin Tae Yong Harus Diikuti Tindakan Tegas
Hifni Hasan (Dok, Pribadi)
Sabtu, 27 Juni 2020 18:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sudah mampu menyelesaikan polemik PSSI dengan Shin Tae Yong. Namun, mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan mengingatkan Mochamad Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule harus memberikan tindakan tegas terhadap Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dan Ketua Assosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena.  

"Hubungan PSSI dengan Shin Tae Yong memang bisa dicairkan. Tapi, Iwan Bule juga harus berani mengambil tindakan tegas dengan memecat Indra Sjafri dan Yeyen Tumena yang memperuncing gesekan dengan komentar-komentarnya. Ini masalah etika," kata Hifni Hasan yang dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (27/6/2020).

Baik Indra Sjafri maupun Yeyen disebut mengeluarkan komentar tidak pada tempatnya terhadap pelatih asal Korea Selatan sejak ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada Desember tahun lalu. Sebagai pelatih, kata Hifni, keduanya harus menghormati apalagi repiutasi Shin Tae Yong jauh lebih bagus dengan meloloskan Korea Selatan di Piala Dunia Rusia 2018.

Hfini juga memuji pengakuan Iwan Bule yang menyebutkan Shin Tae Yong sebagai pelatih profesional. "Pengakuan Iwan Bule itu sebagai bentuk kepercayaan. Jadi, biarkan Shin Tae Yong menjalankan programnya," ujarnya.

Ads
Keberadaan Shin Tae Yong, kata Hifni, harusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Sebagai contoh, dia menyebut PSSI bisa mengusulkan pelatih lokal yang akan mendampinginya dalam upaya transfer ilmu kepeltihan pelatih asal Negeri Ginseng itu.

"PSSI kan bisa mengajukan beberapa pelatih untuk diseleksi sesuai dengan kriteria yang diinginkan Shin Tae Yong," tandasnya.

Berbicara masalah TC, Hifni mengusulkan khusus Timnas U 19 yang dipersiapkan untuk World Cup U 20 2021 tetap di Korea Selatan. Alasannya, di Negeri Ginseng itu banyak lawan latih tanding yang kualitasnya cukup bagus. "Kalau Timnas lainnya jangan dilatih di Jakarta tetapi di Batu Malang atau di daerah yang sejuk dan ketinggian di atas 1.500 dari permukaan laut," imbuhnya.

Sebelumnya, Iwan Bule dalam percakapana melalui konferensi virtual, Jumat (26/6/2020), mengatakan publik Indonesia sangat menantikan kehadiran Shin Tae Yong kembali ke Tanah Air. Bahkan, dia menyebut para pencinta sepak bola Indonesia sangat menyayangi Shin, sebagai pelatih dengan rekam jejak ekselen dari sesama negara Asia yang punya tekad kuat memajukan sepak bola Indonesia.

“Saya tahu Shin Tae Yong pelatih profesional dan hebat. Kualitasnya sangat baik. Karena itu, kami sangat menunggu kedatangan Shin kembali ke tanah air,” kata Iriawan.

Lebih jauh, Iwan Bule itu menegaskan keinginannya berkomunikasi dengan Shin secara kekeluargaan. “Saya menganggap Anda sebagai adik saya. Usia saya 58 tahun, Shin Tae Yong 52 tahun. Sudah seperti adik dalam keluarga saya, karena itu mari berkomunikasi sebagai keluarga,” katanya.

Dia juga memaparkan alasan mengapa timnas Indonesia tak bisa memenuhi permintaan Shin Tae Yong untuk menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) di Korea Selatan. “Pertama, karena Timnas U-19 yang akan dipersiapkan ke Piala Dunia U-20 2021 masih dalam proses seleksi. Tentu tidak efektif membawa rombongan sebanyak itu ke luar negeri,” paparnya.

Kedua, sesuai kontrak, Shin dipercaya menangani tiga level timnas yakni U-19, U-23 dan timnas senior. “Tidak mungkin membawa semua level timnas ke Korsel. Sementara dalam waktu bersamaan, Timnas U-19 dan Timnas Senior memiliki prioritas sama pentingnya,” jelas Iriawan.

Sebagaimana diketahui, Timnas U-19 bersiap mengikuti Piala AFC U-19 di Uzbekistan sebagai persiapan Piala Dunia U-20 2021. Pada saat yang sama, Timnas Senior harus segera berkonsentrasi menghadapi tiga laga lanjutan Pra Piala Dunia untuk memperbaiki peringkat Indonesia di ranking FIFA.

“Jika yang berangkat hanya Timnas U-19, maka Timnas Senior yang bersiap untuk Pra Piala Dunia dan Piala AFF tidak akan tertangani,” urainya. Lain halnya jika TC berlangsung di Indonesia, maka semua level timnas akan dapat ditangani dengan baik.

Demikian pula jika alasannya terkait Pandemi Covid-19, PSSI bisa mencarikan tempat yang aman, sebagaimana Timnas U-16 mulai berlatih dengan protokol kesehatan ketat pada awal Juli mendatang. ***

Kategori : Olahraga, GoNews Group
www www