Home >  Berita >  Ekonomi

Anaknya Diserang Penyakit, Bu Ratna Akhirnya Dapat Penjaminan Kesehatan dari BPJS

Anaknya Diserang Penyakit, Bu Ratna Akhirnya Dapat Penjaminan Kesehatan dari BPJS
Rabu, 17 Juni 2020 11:14 WIB
Penulis: Wartawan Jamaluddin Idris
ACEH UTARA — Ratna Dewi (35) hampir kehabisan akal menghadapi sakit yang diderita anaknya. Sudah hampir satu minggu lebih putri kesayangannya terbaring lemah tak berdaya tanpa menunjukkan tanda-tanda membaik. Penyakit demam berdarah dan typus yang dulu pernah dialami putrinya, kini kembali menyerang tubuh mungilnya. Ratna tak memiliki cukup uang membawa putrinya rumah sakit terdekat.

“Saya ada tebus obat di apotek tapi demamnya nggak turun-turun, karena cuma itu yang sanggup kita beli untuk dia,” kenang Ratna memulai ceritanya.

Sebenarnya Ratna dan keluarganya sudah memiliki perlindungan jaminan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (Program JKN-KIS) sebagai peserta yang membayar iurannya sendiri, namun himpitan ekonomi sejak beberapa tahun lalu dialami keluarganya membuatnya tak lagi mampu membayar iuran setiap bulan.

Hal itu pula lah yang membuat ketakutan membuncah di dadanya. Ia merasa serba salah, tak mampu melihat penderitaan putrinya, namun tak mampu pula memberikan pengobatan yang layak. Sampai pada akhirnya tetangga sekitar datang membesuk dan menyarankan Ratna untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan guna mendapatkan solusi penjaminan kesehatan.

Ads
“Makanya saya sudah panik, kekmana (bagaimana) ini BPJS nya sudah nunggak, kekmana jalan keluarnya. Makanya saya kuatkan diri untuk datang ke sini (kantor BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe),” cerita ibu lima anak itu getir kepada tim Jamkesnews pada Jumat (12/06) siang.

Setibanya di kantor, wanita yang sehari-hari menjual kue ini langsung mendapat solusi jaminan kesehatan keluarganya. Ratna mendapat informasi bahwa JKN-KIS miliknya bisa dialihkan menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Aceh dalam Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Seketika Ratna merasa lega dan menyetujui syarat penangguhan tunggakan iuran sampai nanti ia mampu membayarnya kembali.

Ratna pun bersyukur bahwa kini ia bisa segera membawa anaknya berobat tanpa harus memikirkan biaya yang besar. Meskipun kini statusnya sebagai penerima bantuan iuran pada Program JKN-KIS, Ratna optimis bahwa keluarganya akan diberikan layanan kesehatan dengan baik tanpa dibedakan dengan pasien umum.

“Saya yang penting anak saya ada obatnya walaupun nanti dirawat di kelas 3, karena kalau berobat umum kan mahal, obatnya pun sama aja,” jelas Ratna tanpa keraguan.

Setelah perbincangan yang hangat dengan tim Jamkesnews, Ratna pun segera pamit dan bergegas pulang untuk membawa putrinya ke rumah sakit terdekat.

“Pulang ini saya langsung bawa anak berobat pake kartu ini,” tutup Ratna sambil tersenyum memegang kartu JKN-KIS yang kini kembali bisa digunakan.
Editor : Rio
Kategori : Ekonomi, Lhokseumawe
www www