Home >  Berita >  Peristiwa

Pecahan PPP, Masyumi Reborn Buka Kemungkinan Beraliansi dengan Partai Baru Bentukan Amien Rais

Pecahan PPP, Masyumi Reborn Buka Kemungkinan Beraliansi dengan Partai Baru Bentukan Amien Rais
Ilustrasi. (Net)
Senin, 15 Juni 2020 16:30 WIB
JAKARTA - Para inisiator Masyumi Reborn berusaha menghidupkan dan membangun jaringan ke daerah-daerah. Belum lama ini, menjalin komunikasi dengan Amien Rais yang juga ditengarai sedang membangun partai baru.Inisiator Masyumi Reborn Ahmad Yani menuturkan, pertemuan itu dilakukan di Yogyakarta. Mereka bertemu di rumah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

"Pak Amien pada ide dasar, gagasan besar, dan prinsipnya sama. Kami bilang belum mendirikan, baru berencana mendirikan, tapi partai yang kami bangun ini. Kalau memang bisa sama-sama, kenapa harus pisah," ujar mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, Minggu (14/6/2020).

Secara umum, menurut Yani, gagasan bentuk partainya sama, yakni menegakkan prinsip Islam, keadilan dan sebagainya. Memang belum ada kata sepakat, tapi antara Masyumi Reborn dan Amien Rais akan melakukan pertemuan lanjutan.

Ads
Dia pun tidak keberatan jika kelak Masyumi Reborn dan 'saudara muda' PAN besutan Amien tetap berbeda dan ingin jalan masing-masing. "Kami bisa membangun aliansi strategis. Kami mendorong partai seperti di Malaysia. Ke depan, (kami) ingin mengubah UU Pemilu," ucapnya.

Di luar penjajakan, Yani dan kawan-kawan terus berkomunikasi dengan panitia penghidupan kembali Masyumi di daerah-daerah. Rapat-rapat koordinasi dilakukan secara daring. Setiap panitia daerah diwajibkan melibatkan tokoh, ulama, dan ormas Islam setempat. Jika tidak, kepanitiaan tidak akan direken oleh pusat.

Mantan Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengklaim kepanitiaan sudah terbentuk hampir di semua wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. "Ada daerah-daerah yang pembentukannya sudah sampai tingkat kabupaten dan kecamatan," pungkasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Gelora.co
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Politik
www www