Home >  Berita >  Umum

Diplomasi Kopi Ala Waketum Gelora, Fahri Hamzah

Diplomasi Kopi Ala Waketum Gelora, Fahri Hamzah
Fahri Hamzah saat meracik kopi. (istimewa)
Minggu, 14 Juni 2020 13:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejak berhenti dari DPR pada 1 Oktober 2019 lalu, Fahri Hamzah kini memiliki kesibukan baru. Selain aktif di Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum, Fahri juga punya kesibukan lain berjualan, Kopi Revolusi.

Kopi Revolusi bergambar foto diri dengan siluet hitam putih dengan ekspresi tertawa. motto yang tertulis di sachet kertas kopi tersebut : Kopi, Persaudaraan, dan Revolusi.

Kopi Revolusi terdiri dari beberapa varian, diantaranya Toraja, Arabica, Malabar dan Gayo diracik dan dikemas tahun 2018 lalu, tutur Fahri sambil tangannya lincah menuang air panas 90 derajat layaknya barista profesional .

Fahri kerap berbagi kopi racikannya diantara momentum acara bedah buku- buku terbarunya. Fahri pun secara khusus membuat tutorial di kanal di Youtube, layaknya seorang barista, mulai dari cara menyobek drip bag filter kopi dibagian atasnya.

Ads
Lalu bubuk kopi dituang ke dalam basket kecil yang disangga oleh dua kupingan kertas pada cangkir. Lalu dibasahi air panas 90-95 derajat selama 20 detik. Singa podium itu 'berubah' menjadi seorang barista .

"Kita mau jual kopi, kita mau bikin franchise. Cafe-cafe yang menjual kopi kita, kita taruh gambar ini (buku-buku, red). Buku Negara, Pasar dan Rakyat, yang menjelaskan pertemuan antara pasar dan negara. Kita menjelaskan kepada rakyat inilah idenya," kata Fahri Hamzah, Minggu (14/6/2020).

"Saya bilang sama temen-temen, ngopi-ngopi ini harus diteruskan. Karena cafe itu tempatnya melahirkan kesadaran, tempat lahirnya gelombang rakyat. Makanya, kopi kita, kita kasih nama Kopi Revolusi. Hari-hari terakhir Che Guevara, tokoh revolusi, melengkapi Kopi Revolusi," lanjut mantan Wakil Ketua DPR ini.

Meski sudah tidak lagi menjadi wakil rakyat, kebiasaan Fahri Hamzah keliling dari cafe-cafe tetap dilakukannya, di tengah kesibukannya di Partai Gelora. #NGOPIBARENGFahri bersama milleneal yang sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, tetap dilanjutkannya.

Sebelum masa pandemi Fahri selalu menyempatkan diri mendatangi cafe di daerah yang disinggahinya. Baik sekedar ngopi-ngopi mau berdiskusi mengenai akal kolektif bangsa, sesama kolega maupun dengan mahasiswa.

Baginya cafe saat ini sudah menjadi fenomena baru, bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

#NGOPIBARENGFAHRI yang digagasnya, kini menjadi inspirasi para politisi di pusat maupun di daerah, serta pengusaha cafe bahwa paradigma cafe tidak kaku seperti dulu lagi.

Filosofi ngopi bareng Fahri Hamzah adalah cara pendekatan langsung kepada segmen masyarakat, mengelola aspirasi kaum muda sambil bertukar pikiran tentang situasi perpolitikan indonesia dalam suasana yang santai ala generasi milineal.

Ngopi bareng Fahri Hamzah tak lepas dari ruh dan keinginan untuk ikut serta berpikir cerdas tentang situasi bangsai, serta berpartisipasi mengeluarkan cara pandang posistif demi perbaikan bangsa saat ini.

Melepas sekat-sekat yang ada selama ini di generasi milenial akibat perbedaan latar belakang pilihan politik dan sebagainya, ngopi bareng adalah solusi humanis untuk terciptanya pendekatan hati menjadi satu asal diri yaitu orang indonesia.

Orang Indonesia sudah melakukan pendekatan hati ke hati dengan cara ngopi bareng sejak jaman perjuangan dahulu, para pejuang kemerdekaan biasa berkumpul bicara tentang taktik serta konsep-konsep perjuangan kemerdekaan ditemani secangkir kopi dan sepiring singkong rebus.

Dari ngopi bareng tersebutlah lahir pola pikir serta taktik perjuangan bersama demi nama bangsa. Dan kini, hal itu pula yang coba diteruskan kembali oleh Fahri Hamzah, dari warung kopi satu ke warung kopi (sekarang dari satu daerah ke daerah yang lain).

Tujuannya mempererat dan mempersatukan pikiran generasi muda milenial yang sadar akan politik bangsa. Fahri ingin menularkan hal-hal positif kepada generasi milenial, dengan cara memberikan wahana diskusi dan mengelola pikiran anak muda saat ini.

Pendekatan dialog serta diskusi adalah barang langka saat ini, di tengah kemajuan era individualistik yang ditawarkan berupa kemajuan teknologi komunikasi serta informasi. Masyarakat individualistik adalah masyarakat yang terseret fokus hanya pada gadget (hadphone) dan minim berinteraksi antar individu satu bangsa.

Dalam ngopi bareng semua sifat individualistik itu sirna karena semua akhirnya saling berinteraksi satu sama lainnya, mengenalkan pola pikir masing-masing, dengan menghilangkan pula latar belakang yang melekat, semua dilakukan secara humanis tanpa pemaksaan ide dan pikiran. mengalir sesuai aliran putaran kopi yang diaduk santai

Ngopi bareng Fahri bisa menjadi awal revolusi diri, tidak hanya mampu menarasikan persoalan rumit, tidak hanya persoalan diri kita, termasuk persoalan negara. "Kita harus ingat semua tokoh revolusi Indonesia penggemar kopi. Kopi bisa menjadi alat bisnis dan politik, juga alat persaudaraan," pungkas Fahri.***
Kategori : Umum, Ekonomi, Politik
www www