Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi

Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: Ist./MPR RI)
Senin, 01 Juni 2020 16:49 WIB
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, Indonesia telah menunjukan kepada dunia bahwa ideologi Pancasila yang bersarikan gotong royong, mampu menjadi senjata pamungkas bangsa Indonesia menghadapi pandemi Covid-19.

Hal itu, menurut Bamsoet, terlihat melalui sigapnya masyarakat berada di garis terdepan perjuangan melawan Covid-19. "Dari mulai menggalang donasi, memberikan bantuan, hingga menyiapkan tempat karantina secara mandiri di lingkungan RT/RW setempat,".

"Di tengah ketidakakuratan dan simpang siur data penerima bantuan sosial yang menyebabkan lambatnya bantuan dari pemerintah turun ke lapangan, masyarakat justru sudah terlebih dahulu menggalang donasi. Memanfaatkan berbagai platform digital, donasi yang terkumpul jika ditotal mencapai ratusan miliar rupiah. Disadari atau tidak, sikap gotong royong tersebut menandakan bahwa spirit Pancasila masih mengalir deras dalam setiap aliran darah anak bangsa," ujar Bamsoet usai mengikuti Upacara Perayaan Hari Lahir Pancasila yang dilakukan secara virtual, di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Dalam upacara virtual ini Presiden Joko Widodo menjadi Inspektur Upacara dari Istana Bogor, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila dari Kantor MPR RI, Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan Pembukaan UUD NRI 1945 dari Kantor DPR RI, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membacakan doa dari kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Ads
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengungkapkan, ideologi Pancasila dengan spirit ekonomi kerakyatan terbukti mampu menguatkan tiang perekonomian nasional sehingga tak mudah rapuh diterjang berbagai badai. "Terbukti sejak diterpa krisis global 2008 dan kini pandemi Covid-19 yang mengguncang perekonomian dunia hingga hancur lebur. Indonesia juga terdampak, namun perekonomian Indonesia tak sampai babak belur,".****
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group
www www