Home >  Berita >  Olahraga

Kreatifitas dan Kemampuan Binpres PB/PP Diuji Tahun 2021

Kreatifitas dan Kemampuan Binpres PB/PP Diuji Tahun 2021
Atlet pelatnas balap sepeda berlatih di tengah pandemi Covid 19
Minggu, 17 Mei 2020 21:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PANDEMI Covid 19 yang melanda dunia bukan hanya menghancurkan perekonomian tetapi juga mengikis prestasi olahraga. Hal ini terkait dengan terhentinya program latihan maupun event-event nasional dan internasional. Dari mulai babak kualifikasi hingga Olimpiade Tokyo  yang semula direncanakan tahun 2020 diundur menjadi 2021. Begitu juga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dijadwalkan Oktober 2020 menjadi Oktober 2021Bergesernya kalender event tahun 2020 itu praktis menambah padatnya kalender event tahun 2021. Setidaknya ada empat kalender multi event yang bakal dihadapi. Yakni, Youth Olympic di Senegal, Juni 2021, Olimpiade Tokyo (Juli), PON Papua (Oktober) dan terakhir SEA Games Vietnam (Nopember).

Merebaknya virus mematikan ini memang tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, sudah banyak korban yang berjatuhan di berbagai negara termasuk Indonesia. Namun, bukan berarti dunia olahraga Indonesia harus berhenti dan pasrah menunggu kapan berakhirnya pandemi Covid 19. Program pembinaan tetap harus berjalan dalam upaya mempertahankan prestasi olahraga Indonesia pada ajang multi event.

Ya, tahun 2021 merupakan ujian berat dunia olahraga Indonesia. Di sinilah kreatifitas dan kemampuan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) diuji dalam membuat menyusun program pembinaan untuk bisa menjawab semua tantangan tersebut. Jangan sampai terjadi pandemi covid 19 dijadikan sebagai tameng menutupi ketidakmampuannya dalam menyusun program pembinaan atlet dalam menghadapi multi event.

Ads
Sebagai penanggung jawab olahraga Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga wajib menuntut Kabid Binpres PB/PP untuk menyusun program pembinaan atlet dalam mengantisipasi pandemi Covid 19. Dari program tersebut, Kemenpora bisa melihat kemampuan Kabid Binpres PB/PP dalam mempertahankan atau meningkatkan prestasi atletnya yang bakal diterjunkan pada multi event yang akan digelar pada tahun 2021.

Melihat padatnya kalender multi event pada tahu 2021, kita tidak mungkin lagi mengandalkan atlet-atlet yang berada dalam pelatnas. Perlu dipersiapkan atlet-atlet lapis kedua atau membuat ketentuan atlet pelatnas tidak diperkenankan tampil pada PON Papua 2020. Kenapa demikian? Jadwal pelaksanaan PON Papua itu hanya sebulan dari jadwal SEA Games Vietnam 2021. Jadi, atlet pelatnas yang dipersiapkan akan mencapai peak performance-nya di SEA Games Vietnam 2021 nanti.

Memang berat tugas yang harus dijalankan Kabid Binpres PB/PP dalam membangyn prestasi atlet yang terganggu akibat adanya pandemi Covid 19. Namun, tugas itu diyakini pasti bisa dilaksanakan bilamana Kabid Binpres PB/PP memiliki kreatifitas dan kemampuan dalam membuat program pembinaan. Apalagi, Kabid Binpres PB/PP itu memiliki jaringan dengan federasi olahraga internasional dan bisa memanfaatkan program pembinaan yang ada. (Penulis: Azhari Nasution/Wartawan Gonews.co Group). ***

Kategori : Olahraga, GoNews Group
www www