Home >  Berita >  Peristiwa

Ketua DPR Minta Pemerintah Hati-hati Longgarkan PSBB

Ketua DPR Minta Pemerintah Hati-hati Longgarkan PSBB
Senin, 11 Mei 2020 13:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani, kembali mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan penerapan pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB) dan penanganan Covid-19.Puan Maharani mengatakan, sama seperti ketika pemerintah menerapkan prinsip keberhatian sebelum memutuskan sebuah daerah yang diizinkan menjalankan PSBB, maka prinsip yang sama perlu diterapkan sebelum memutuskan untuk melonggarkan PSBB di sebuah daerah.

"Salah satu yang penting diperhatikan adalah angka perkembangan pasien positif Covid-19 yang masih fluktuatif ketika kita melihat data harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," kata Puan Maharani di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Selain itu, lanjut Puan Maharani, data lain menunjukkan bahwa kapasitas harian tes PCR masih belum mencapai target yang ditetapkan Presiden, yaitu masih 5.000 spesimen per hari atau masih separuh dari target 10.000 spesimen per hari.

Ads
"Sangat penting agar keputusan untuk dilakukan atau tidaknya relaksasi terhadap PSBB dibuat atau didasarkan pada data yang lengkap, yang dianalisa secara cermat. Sebab kita tidak ingin terjadi peningkatan tingkat kasus infeksi baru. Karena itu, pemerintah perlu melakukan simulasi relaksasi untuk melihat dampak yang ditimbulkannya," kata Puan Maharani.

Ini bukan tentang memilih antara roda ekonomi atau roda kesehatan, lanjut Puan, melainkan mencari keseimbangan bagaimana kedua roda itu tetap bergerak seiringan di tengah pandemi Covid-19.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, apa pun kebijakan yang nantinya diputuskan, harus disosialisasikan ke masyarakat secara utuh disertai pelaksanaan yang terkoordinasi sehingga tidak akan muncul kebingungan-kebingungan di masyarakat.

"Selain itu perlu adanya kedisiplinan, solidaritas, empati dan konsisten dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan penyelesaian pandemi ini merupakan tugas bersama dan butuh gotong royong bersama untuk menyelesaikannya," pungkasnya.***

www www