Home >  Berita >  Pendidikan

Kata Guru Besar Linguistik UI, Ini Beda Mudik dengan Pulang Kampung

Kata Guru Besar Linguistik UI, Ini Beda Mudik dengan Pulang Kampung
Ilustrasi mudik pakai kereta api. (solopos.com)
Jum'at, 24 April 2020 11:45 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyebut warga yang kembali ke kampung lebih awal atau sebelum terbitnya aturan larangan mudik, mereka bukan mudik, melainkan pulang kampung.Pernyataan Jokowi yang membedakan mudik dengan pulang kampung itu dinilai lucu oleh sebagian masyarakat, karena mereka menganggap mudik dan pulang kampung itu sama saja.

Dikutip dari detikcom, Guru Besar Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Rahayu Surtiati Hidayat, ternyata mendukung pernyataan Jokowi, bahwa mudik dan pulang kampung itu berbeda.

Rahayu menjelaskan, mudik dan pulang kampung bukan sama artinya, seperti ditulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Ads
Dalam KBBI yang data terakhir dimutakhirkan pada Oktober 2019 ini, tertulis mudik dan pulang kampung sama. Ada dua arti dari mudik seperti yang tertulis di KBBI.

Arti pertama mudik yakni berlayar atau pergi ke udik atau hulu. Arti kedua mudik itu pulang ke kampung halaman. Namun ternyata mudik yang diartikan dengan pulang ke kampung merupakan bahasa percakapan.

''Memang beda arti mudik dengan pulang kampung. Biasanya pembaca kurang cermat. Di KBBI tertulis v cak. Cak itu berarti percakapan,'' ujar Prof Rahayu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (23/4/2020).

Menurut Prof Rahayu, bahasa percakapan anti kaidah. Itulah sebabnya, meski arti pulang kampung beda dengan mudik, namun kerap dipakai dalam bahasa percakapan.

Mudik artinya pergi ke udik atau hulu. Sementara arti pulang kampung yakni kembali ke kampung halaman.

Dalam hal ini, lanjut Prof Rahayu, Presiden Jokowi membatasi penggunaan kata mudik dalam konteks Idul Fitri. Sedangkan pulang kampung tidak berkaitan dengan Idul Fitri.

''Mungkin karena dahulu sebagian besar wilayah Indonesia berbentuk kampung, banyak warga lahir di kampung (halaman). Dan memang banyak pekerja di Jakarta yang meninggalkan keluarganya di kampung,'' tutur Prof Rahayu ***

Editor : hasan b
Sumber : detik.com
Kategori : Pendidikan
www www