Home >  Berita >  Olahraga

Covid 19 Penyebab PON Papua Ditunda Oktober 2021

Covid 19 Penyebab PON Papua Ditunda Oktober 2021
Menpora Zainudin Amali. (Ist)
Jum'at, 24 April 2020 00:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Dampak wabah virus Corona atau Covid 19 luar biasa. Bukan hanya pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang ditunda menjadi tahun 2021, tetapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pun mengalami hal yang sama.

PON Papua sejatinya akan bergulir 20 Oktober sampai 2 November 2020 ditunda menjadi Oktober tahun 2021. Hal itu diputuskan dalam Rapat Terbatas Kabinet terkait Pembahasan Penyelenggaraan PON XX di Papua. Rapat yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo secara virtual, Kamis (22/4/2020).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan, alasan bulan Oktober dipilih untuk penyelenggaraan PON Papua karena belum ada agenda olahraga yang akan digelar.

"Bisa kita lihat kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2021, cukup banyak. Mulai April kita sudah ada kegiatan, Mei-Juni ada Piala Dunia U-20, Juli ada Asian School Games, kemudian ada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang tadinya 2020 jadi Juli-Agustus 2021," kata Zainudin Amali.

Ads
"Lalu ada Islamic Solidarity Games, ada Hari Olahraga Nasional, kemudian World Beach Games walau belum ada keputusan, ada Popnas dan Peparnas. Dengan demikian, waktu yang ada adalah Oktober, maka kami usulkan untuk pelaksanaan PON dan Peparnas di bulan itu."

"Selain itu, ada Asian Youth Games, ada MotoGP Mandalika setelah SEA Games juga ada Asian Para Games. Jadi waktu yang tepat adalah bulan Oktober 2021," tuturnya.
Menpora sekaligus menjelaskan bahwa pemilihan Oktober 2021 ini juga merupakan masukan dari KONI Daerah melalui KONI Pusat, serta hampir seluruh cabang olahraga. Bahkan, dia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunda PON 2020 Papua menjadi Oktober 2021.
"Tadi memang Pak Gubernur tidak hadir diwakili oleh Bapak Wakil Gubernur. Mereka sangat menyambut baik (keputusan tersebut)," ujarnya.

Zainuddin mengatakan pada 7 April lalu, Gubernur Papua Lukas Enembe telah meminta arahan terkait pelaksanaan PON 2020 pasca-pandemi Covid-19. Salah satu alasannya, pemerintah provinsi di sana melaksanakan pembatasan jalur masuk dan keluar setelah ada kasus Covid-19 pertama menyerang wilayah tersebut.
"Dengan adanya pandemi Covid-19 maka seluruh konsentrasi dan sumber daya yang ada di Papua diarahkan untuk penanganan Covid," kata Zainuddin.

Pembatasan yang diterapkan Pemprov Papua itu berdampak pada persiapan pembangunan venue pertandingan yang masih berjalan. Banyak venue belum selesai karena bahan-bahan bangunan sudah tak tersedia. Selain itu, pendistribusian bahan-bahan untuk pembangunan itu yang didatangkan dari luar Papua juga mengalami hambatan, karena pembatasan akses tersebut.

"Di samping itu tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di sana sebagian juga didatangkan dari luar Papua," kata Zainuddin.

Selain itu, Zainudin Amali mengungkapkan pengadaan peralatan pertandingan juga ikut terdampak. Sebab, negara-negara produsen yang tadinya diharapkan bisa menyuplai peralatan-peralatan untuk PON 2020 juga terdampak Covid-19 sehingga proses produksinya terkendala.

"Mereka mengalami kondisi yang sama sehingga mereka juga dalam produksinya terkendala. Belum lagi kalau kita bicara tentang distribusi dan pengirimannya dan berbagai hal yang juga menyangkut itu," katanya. ***

Kategori : Olahraga, GoNews Group
www www