Apresiasi Relawan Indonesia di Palestina, HNW: Kiprah Mereka Sesuai Pembukaan UUD NRI Tahun 1945

Apresiasi Relawan Indonesia di Palestina, HNW: Kiprah Mereka Sesuai Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
Foto: MPR RI
Selasa, 25 Februari 2020 15:28 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW), memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada warga Indonesia yang menjadi relawan kemanusiaan dan menyuarakan pesan damai di Palestina pasca pendudukan Israel yang berlarut-larut.

Peran aktif para relawan tersebut, menurut HNW, sangat sesuai dengan amanah Pancasila (terutama Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) serta narasi dan jiwa Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang tegas menyampaikan tentang keberpihakan Indonesia pada segala bentuk perjuangan untuk meraih kemerdekaan dan menolak segala bentuk penjajahan.

"Penjajahan, dalam bentuk apapun akan mengakibatkan penderitaan bagi rakyat, sangat ditentang konstitusi Indonesia," kata HNW.

Hal tersebut dikatakan HNW usai berbincang dengan delegasi Nusantara Palestina Center (NPC) yang dipimpin Abdillah Onim di Ruang VIP Transit, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020) kemarin.

Ads
Indonesia, lanjut HNW, memiliki pengalaman pahit telah mengalami beberapa kali penjajahan yang mengakibatkan penderitaan panjang ditanggung oleh rakyat.

Oleh sebab itu, Indonesia sejak dulu hingga kini memiliki sikap tegas menolak segala bentuk penjajahan. Termasuk penjajahan atau pendudukan Israel terhadap Palestina.

Dan sikap tegas tersebut, tandas HNW, tertoreh dalam Pembukaan UUD 1945.

"Sikap tegas tersebut juga mengingatkan kita semua pada pernyataan Bapak Bangsa kita Bung Karno yang menyatakan, 'Selama Israel menjajah Palestina, maka selama itu pula Israel adalah penjajah. Dan selama itu juga Indonesia tidak akan membuka hubungan dengan Israel'" ungkapnya.

Banyaknya warga Indonesia seperti Abdillah Onim yang 'mewakafkan' diri menjadi relawan kemanusiaan di Palestina, dikatakan HNW, akan selalu mendapatkan penghormatan tulus dari rakyat Palestina.

Sebab, aksi-aksi kemanusiaan para relawan itu sangat dinantikan dan dibutuhkan rakyat di sana. Seperti, penyaluran bahan makanan, penyediaan tenaga medis, membangun rumah sakit, membangun sekolah, atau membantu anak-anak yatim dan yatim-piatu.

"Saya sendiri, alhamdulillah telah melihat langsung betapa rakyat Palestina sangat menghormati relawan Indonesia, saat masuk ke Palestina tahun 2010," kata HNW.

Ia menuturkan, "waktu itu, saya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI bersama Ketua DPR, Anggota Komisi I dan perwakilan beberapa LSM berkunjung dan meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina, bantuan dari Kementerian Kesehatan dan sejumlah LSM tersebut,".

Pada intinya, HNW menegaskan, sudah sangat sewajarnya bila Indonesia memberikan perhatian yang lebih kepada Palestina.

"Saya, dalam berbagai kesempatan seperti di media-media sosial, juga berkomunikasi langsung dengan Menlu maupun pejabat pemerintah lainnya, sering menyampaikan agar Indonesia lebih maju lagi dan lebih berani lagi agar lebih efektif dalam membela Palestina," kata HNW.

Apalagi sekarang Indonesia kembali menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, dan menjadi anggota Dewan HAM PBB. Tentu, kata HNW, "Indonesia dapat lebih efektif dalam mengkomunikasikan sikapnya mengajak warga dunia untuk mendukung segala upaya dan proses menuju kemerdekaan melalui jalan damai,".

"Serta menjaga, jangan sampai ada pihak-pihak yang menganggu jalannya upaya-upaya tersebut," tandas HNW.Abdillah Onim dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasinya kepada Hidayat Nur Wahid sebagai Pimpinan MPR yang memberikan dukungan positifnya kepada relawan asal Indonesia di Palestina.

"Kami sangat berterima kasih. Dukungan tersebut sebagai penyemangat kami untuk terus menjadi relawan kemanusiaan yang lebih baik lagi dan membawa harum nama Indonesia di mata dunia," ujarnya.***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Umum, Politik
www www