Bareng Komunitas Motor, MPR Berharap Pancasila Makin Membumi

Bareng Komunitas Motor, MPR Berharap Pancasila Makin Membumi
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet (tengah). (Foto: Muslikhin/GoNews.co)
Rabu, 19 Februari 2020 15:04 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan berbagai komunitas sepeda motor, menggelar acara sosialisasi 4 Pilar. Ada hadiah-hadiah fantastis dalam acara ini, yang bersumber dari komunitas dan untuk anggota komunitas itu sendiri

"Sekali lagi kawan-kawan sekalian, ini adalah inisiatif dari kawan-kawan para bikers. Hadiah-hadiah ini adalah hadiah-hadiah dari mereka untuk mereka yang terbaik memahami empat pilar MPR RI," kata Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Kompleks MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Ada beberapa hadiah yang meramaikan sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini, Bamsoet merinci, ada sepeda motor Harley Davidson dari Komunitas Harley Bikers Anak Elang, ada sepeda motor Yamaha dan Paket Bulan Madu dari Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) dan Hotel Sultan, dan ada sepeda motor China dari Group Motor China Indonesia.

"Dan yang kuning dari saya, komunitas Motor Listrik Indonesia," ujar Bamsoet menyebut satu komunitas yang Ia gagas dan sedang merapikan kepengurusannya.

Ads
Acara sosialisasi 4 Pilar bersama komunitas motor ini berlangsung meriah dengan kehadiran artis dan kegiatan promosi yang luar biasa. Kesemua biaya penyelenggaraan, dijelaskan Bamsoet merupakan peran dari komunitas-komunitas itu sendiri.

"Jadi sekali lagi terima kasih ini tujuannya adalah bagaimana empat pilar ini membumi di Indonesia. Sengaja kami rangkul komunitas motor, karena mereka akan menjadi kekuatan besar dari pada sosialisasi 4 Pilar ini," kata Bamsoet.

Kepada wartawan, Bamsoet mengungkapkan, pihaknya juga merekrut driver ojek online. Sekira dua setengah juta driver menjadi sasaran di Jakarta, "anggotanya hampir satu setengah juta se-Jabotabek,".

"Ini kekuatan yang cukup besar untuk terus-menerus menjaga dan mencegah radikalisme, menjaga pluralisme dan menjadi mata telinga para penegak hukum manakala di wilayah masing-masing ada indikasi-indikasi yang sifatnya intoleran," kata Bamsoet.***
www www