Home >  Berita >  Umum

MIRIS, Menyongsong 75 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Pante Bahagia Masih Gunakan Air alur untuk Berwudhu

MIRIS, Menyongsong 75 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Pante Bahagia Masih Gunakan Air alur  untuk Berwudhu
Minggu, 09 Februari 2020 18:16 WIB
Penulis: Rio
ACEH UTARA — Warga masyarakat Dusun pante bahagia gampong Teupin Rusep kecamatan Sawang untuk melaksanakan ibadah shalat jum’at masih harus berwudhu dengan air yang mengalir di alur yang ada di samping mesjid. Hal ini dikarenakan masjid Yg dibangun dengan swadaya masyarakat ini belum memiliki sarana bak tempat wudhu yang memadai.

Tgk. M. Hasan Mahyeddin Imum Syik Mesjid At Taqwa dusun pante bahagia menyampaikan bahwa semenjak dibangun mesjid ini tahun 2000, kami mengambil wudhu di alur air yang ada disamping mesjid Krn alur air itu tdk pernah kering. Hal ini dikarenakan kami belum memiliki kemampuan untuk membangun kulah tempt wudhu yang memadai. Hampir Tidak pernah ada pejabat daerah yang sampai ke daerah kami sehingga dusun pnte bahagia sangat terisolir, kami berterimakasih pada hari ini bapak Jufri Sulaiman anggota DPRK partai Gerindra mau hadir dan shalat jum’at bersama kami sehingga beliau bisa melihat dan berwudhu langsung di alur tempat kami berwudhu, tanmbahnya.

Sementara itu Jufri Sulaiman, S.Sos.M.A.P salah seorang anggota DPRK aceh utara dari partai Gerindra Yang hadir melakukan kunjungan kerja ke dusun pante bahagia ini mengatakan bahwa kondisi masyarakat dusun pante bahagia yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor perkebunan ini masih sangat tertinggal, jalan menuju mesjid berlumpur dan becek, kemudian sarana tempat wudhu juga masih tertinggal jauh puluhan tahun dari mesjid lain di aceh. Jumlah kepala keluarga di dusun pnte bahagia ini lumayan banyak sampai 105 KK dengan jumlah penduduk 390 jiwa. Jarak tempuh ke desa induk mencapai 11 KM.

Untuk bisa sampai ke dusun pnte bahagia kita harus melintasi wilayah kecamatan Nisam Antara sehingga dusun ini jauh dari perhatian publik.

Ads
Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir ke dusun ini dalam rangka menyerap anspirasi masyarakat dan melihat langsung kondisi masyarakat dusun pante bahagia, ini juga sejalan dengan perintah Ketua DPD Gerindra Aceh TA. Khalid yang memerintahkan setiap kader Gerindra harus hadir untuk berkontribusi menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, miris memang kalau kita melihat kondisi masyarakat kita yang tinggal jauh di pelosok, masih sangat tertinggal dari sisi pembangunan disaat kita sudah merdeka selama 74 Tahun.

Semoga kedepan pemerintah daerah bisa lebih peka untuk pemerataan pembangunan di wilayah aceh utara, sebab mengurus aceh utara dengan 852 desa bukan hal yang mudah dengan PAD kita yang masih sangat terbatas. Peran pemerintah propinsi tentunya sangat di harapkan sehingga pembangunan di aceh utara dan aceh bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terang Alumnus Magister Administrasi Publik Unimal Lhokseumawe ini.

Terkait kulah tempt wudhu ini menurut pak kadus tadi sudah berkali2 di usulkan di dalam musrenbang tetapi belum ada tanggapan dari pihak terkait. Insya Allah kedepan kita akan Sama2 mengawal Usulan masyarakat ini, kita lihat pada saat musrenbang kecamatan nanti apa memang sudah ada usulan, kalau sudah ada kita harus pertahankan supaya kulah mesjid at taqwa ini bisa terealisasi karena memang sangat urgen diperlukan oleh masyarakat, kata mantan aktivis LSM BYTRA ini.

Setiap program Yg di usul dalam musrenbang seyogyanya mewakili keinginan dari seluruh masyarakat di masing2 desa. Kita harus merobah mainseat berpikir kita, jangan lagi berpikir pembangunan untuk adanya projek dan program, tetapi kita harus melihat lahirnya projek dan program pembangunan untuk bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di desa yang bersangkutan terang sekretaris komisi III DPR Aceh Utara ini.[]
Editor : Rio
Kategori : Umum, Aceh Utara
www www