Dalih yang Sama soal 'Bullying' di Sekolah: Hanya Bercanda

Dalih yang Sama soal Bullying di Sekolah: Hanya Bercanda
Ilustrasi: Ist.
Selasa, 04 Februari 2020 03:30 WIB
JAKARTA - MS, siswa SMP di Kota Malang berinisial harus menjalani perawatan di rumah sakit. Siswa berusia 13 tahun ini diduga menjadi korban perundungan dan atau kekerasan (bullying) di sekolahnya.

Dugaan bullying ini bermula dari gurauan yang terjadi antara MS dan ketujuh siswa lainnya. Setelah itu, MS sempat masuk sekolah, namun akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit karena luka lebam yang dia alami.

Kepada wartawan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang pada Jumat (31/1/2020) lalu, Kepala SMPN 16 Kota Malang, Syamsul Arifin, mengatakan, "secara kronologi patut diduga ada kekerasan yang terjadi di SMP 16,".

"Tapi bergurau seusia anak, karena yang melakukan anak-anak yang tidak punya rekam jejak kenakalan yang sangat keras," jelas Syamsul.

Ads
Hal serupa pun disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah. Kata dia, "kesimpulan sementara bukan kekerasan, tapi bercanda,”.

Lansiran Hai yang dikutip GoNews pada Selasa (4/2/2020), upaya mediasi telah dilakukan oleh pihak sekolah. Dalam kesepakatan antara kedua belah pihak disebutkan, bahwa orang tua para pelaku bersedia menanggung semua biaya perawatan korban selama berada di rumah sakit.

Di Jawa Barat, Delis Sulistina (13), siswi kelas VII D SMPN 6 Tasikmalaya, ditemukan tewas membusuk di saluran drainase depan sekolah pada Senin (27/1/2020) sore.

Saat Di rumah sakit, kerabat Delis, Ade Munir (56) menuturkan, "Kata ibu korban, korban sering di-bully di sekolah. Dikatai bau lontong karena ibunya berdagang lontong,".

Pada Kamis (30/1/2020), Wakil Kepala Sekolah SMPN 6 Tasikmalaya, Saefulloh, sempat menanggapi dugaan bullying atas Delis. Kata dia, "pernah ada laporan dari guru BP. Tapi kalau korban bullying, itu tidak benar. Kalau pun ada, itu paling anak-anak hanya becanda saja,".

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat dilaporkan hilang tak pulang ke rumah oleh ibunya setelah pulang sekolah pada Kamis (23/1/2020) lalu.

Kepada GoNews.co, Aktivis Kemanusiaan asal Riau yang juga aktif di United Nation, Nukila Evanty mengatakan, "Ini sudah banyak kasusnya dan tanggapan guru serta Kepsek mostly sama dengan diatas,".***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pendidikan
www www