Home >  Berita >  Umum

Kisah Huang, Orang Pertama yang Berhasil Sembuh Setelah Terinfeksi Virus Corona

Kisah Huang, Orang Pertama yang Berhasil Sembuh Setelah Terinfeksi Virus Corona
Seorang petugas Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien terinfeksi virus corona. (tribunnews)
Selasa, 28 Januari 2020 11:47 WIB
BEIJING - Pria berusia 23 tahun, warga Wuhan, Provinsi Hubei, China ini, sungguh beruntung. Dia menjadi orang pertama yang berhasil disembuhkan setelah terinfeksi virus ganas corona.Dikutip dari tribunnews.com, pria itu menceritakan, ia pergi ke rumah sakit karena merasa sakit kepala, pusing, dan kondisi badan yang lemah.

Setelah diperiksa, dia dipastikan terinfeksi virus corona. Gejalanya menyerupai flu.

Setelah menjalani perawatan intensif ia pun dinyatakan sembuh. Berdasarkan pengakuannya, ia bisa sembuh lantaran usianya masih muda.

Ads
''Saya pulih tercepat karena saya masih muda. Saya baru berusia 23,'' kata pria yang tidak disebutkan namanya itu (panggil saja Huang), dalam sebuah wawancara, dilansir Daily Mail.

Menurut Huang, kesembuhannya tersebut dapat berlangsung cepat karena usianya yang masih muda dan mendapat perawatan cermat baik dari saudara perempuannya dan juga dokter.

Diketahui, ia seorang pekerja di Stasiun Kereta Hankou dan tinggal di Kota Wuhan, tempat virus corona mematikan itu berasal.

Tempat ia bekerja, berada di pusat transportasi yang terletak satu kilometer (0,6 mil) bagian barat dari pasar grosir makanan laut Huanan.

Padahal dikabarkan pasar grosir Huanan tersebut merupakan tempat yang dianggap sumber dari berkembang biaknya virus corona yang sangat mengancam jiwa itu.

Huang menjelaskan, pertama kali merasakan gejala sakit sejak 24 Desember 2019, hingga akhirnya kondisinya memburuk pada hari berikutnya.

Ia pun menceritakan awal dirinya divonis dokter terkena infeksi virus corona.

''Saya menderita demam berulang kali sejak 28 Desember dan 2 Januari dan dirawat di karantina,'' kata Huang.

Ia sempat berpikir bahwa penyakit yang dideritanya saat itu hanyalah flu biasa. Maka pada saat itu ia sempat mengambil cuti sakit dari tempat kerja untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat.

Huang mengaku, dokter memberinya suntikan penicilin G dan beberapa resep obat untuk diminum.

Setelah mengonsumsi obat dari dokter selama tiga hari, kondisinya pun tetap tidak kunjung membaik.

Ia sempat kembali masuk kerja karena khawatir libur cutinya terlalu panjang. Hingga akhirnya ia kembali demam saat berada dalam bus menuju stasiun kereta.

Kemudian Huang kembali melakukan kontrol ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata, hasil lab dan tes menunjukkan pembacaan abnormal terhadap fungsi hatinya.

Atas kondisinya yang tidak baik tersebut ia mengaku mengalami kritis.

Pada 1 Januari 2020, Huang diduga menderita pneumonia di Rumah Sakit Union, Kota Wuhan, Cina.

Lalu, ia dirujuk ke Rumah Sakit Jinyintan, di tempat sebagian besar pasien virus corona dirawat dan dikarantina.

''Para petugas medis tidak memaparkan satu inci pun kulit dan terbungkus rapat,'' tambahnya ketika menggambarkan situasi di dalam bangsalnya.

Lebih lanjut dikatakannya, petugas rumah sakit atau perawat medis berperilaku ramah, berdedikasi dan pekerja keras.

Saat ia sakit, ia mengaku susah menggerakkan tubuhnya dan harus menghirup oksigen terus-menerus.***

Editor : hasan b
Sumber : tribunnews.com
Kategori : Umum
www www