Home >  Berita >  Umum

Komisi III Desak Disperindagkop Data Pedagang yang Tempati Aset Toko dan Kios Milik Pemkab Aceh Utara

Komisi III Desak Disperindagkop Data Pedagang yang Tempati Aset Toko dan Kios Milik Pemkab Aceh Utara
Foto Dok : Jufri Sulaiman, S.Sos, M.A.P
Jum'at, 24 Januari 2020 12:14 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
ACEH UTARA — Komisi III DPRK Aceh Utara melakukan kunjungan kerja melihat langsung aset daerah yang ada di Kecamatan Jambo Aye berupa pasar ikan, kios dan toko yang selama ini terkesan tidak dikelola secara optimal untuk mendongkrak penambahan PAD kabupaten tersebut.

Adapun anggota komisi III yang hadir yaitu Jufri Sulaiman, S.Sos, M.A.P selaku sekretaris komisi III, Mulyadi A.md wakil ketua komisi III, Mulyadi Ch anggota, Azhari Manan Anggota, H. Jirwani anggota, H. Nurdin anggota, juga di dampingi oleh kadisperindagkop Fadli dan kabid pasar maiyusri serta sekcam kec. Tanah Jambo Aye.

Banyak sekali aset aceh utara di kecamatan Tanah Jambo Aye, hari ini khusus kita meninjau pasar ikan, kios dan toko yang selama ini berada dibawah disperindagkop Kabupaten Aceh Utara, kita melihat langsung dan mendengar keluhan masyarakat.

"Sangat miris ketika kita melihat kondisi psar ikan di ibukota kecamatan yang merupakan pintu masuk Kabupaten aceh utara di wilayah timur ini, tiang2 beton pasar ikan sudah terbelah dua akibat gempa dan pondasi sudah tergerus yang berhadapan langsung dengan bibir sungai," kata Jufri Sulaiman.

Ads
"Kalau terjadi gempa bisa kita pastikan ini akan ambruk dan para pedagang tdk berani berjualan ikan penuh di seluruh meja di pasar ikan, ini tentu nya perlu perhatian serius dari instansi terkait karena kalau para pedagang tdk menempati meja2 di pasar ikan berimbas langsung pada tidak adanya restribusi. Kalau para pedagang berjualan juga mengancam keselamatan mereka bila tiba2 pasar ikan tersebut ambruk," kata Jufri Sulaiman sekretaris komisi III.

Persoalan lain juga kita dapatkan di lokasi pedagan sayur dan kios-kios, dimana Los baik di psar sayur maupun di kios tidak semuanya ditempati oleh mereka yang namanya tercatat dalam data yang disampaikan kepada kita oleh dinas, namun dialihkan kepada pihak lain.Adanya pengalihan kepemilikan lapak ini tdk diketahui oleh dinas terkait.

"Kita sudah tegaskan kepada kadis perindagkop untuk bisa ditertibkan jangan ada lagi orang buka kios di dalam kios. Maknanya kalau ada kios Yg sebelumnya di serahkan kepada salah seorang pedagang dan pedagang tersebut sudah tidak berdagang lagi maka dinas harus segera melakukan pendataan untuk bisa dialih fungsikan kepada pedagang lain. Bahkan kalau ada kios Yg sudah lama tutup itupun harus di ambil kembali oleh dinas supaya bisa dimanfaatkan oleh pedagang lain" ujarnya lagi.

Terang politisi Partai Gerindra daerah pemilihan Aceh Utara 4 ini. Ketua komisi III Razali Abu sudah membuat rencana kerja komisi agar Kita bisa turun ke seluruh pasar yang ada di aceh utara untuk melihat permasalahan di lapangan berkaitan dengan minimnya PAD yang masuk ke kas daerah.

Kita sangat prihatin dengan kondisi Aceh Utara sekarang yang menjadi kabupaten termiskin di aceh padahal kita memiliki banyak sekali asset yang produktif.

"Kita mendesak dinas perindagkop untuk serius bekerja, tidak boleh lagi hanya menerima data yang ABS tetapi harus sering turun ke lapangan melakukan pendataan rutin keseluruh pasar sehingga tidak ada toko dan kios yang berpindah tangan tanpa sepengetahuan dinas terkait dan tidak boleh lagi ada pungutan liar yang mencekik para pedagang kecil pungkas mantan ketua KIP Aceh Utara ini." Tambahnya lagi.()
Editor : Rio
Kategori : Umum, Aceh Utara
www www