BAZNAS Lakukan Aksi Pengentasan Stunting di Parigi Moutong

BAZNAS Lakukan Aksi Pengentasan Stunting di Parigi Moutong
Dok. BAZNAS
Jum'at, 24 Januari 2020 16:36 WIB
SULAWESI - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan aksi Pengentasan Stunting melalui pemanfaatan potensi kelapa di Desa Tandaigi, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (24/1/2020).

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik menyatakan, penurunan dan pengentasan stunting bukan hanya PR bagi pemerintah saja, melainkan diperlukan juga andil dari masyarakat.

"BAZNAS siap menjadi inisiator untuk mengajak berbagai pihak bergerak bersama memutus mata rantai stunting di Indonesia dengan berbagai program berbasis nutrisi,” kata Irvan.

Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong yang turut andil dalam acara ini, dipastikan mendorong adanya inovasi untuk mengentaskan stunting dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam di sekitar. Kabupaten Parigi Moutong sendiri merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi dengan perkebunan kelapa yang luas.

Ads
"Pembuatan VCO dan biskuit blondo untuk balita dan ibu hamil lewat pengolahan kelapa adalah contohnya. Dengan adanya program ini diharapkan benar benar memiliki dampak nyata dalam pengentasan stunting khususnya di Desa Tandaigi ini,” jelas Irfan.

Selain mengadakan pelatihan pembuatan dan penyaluran VCO dan biskuit Blondo untuk balita dan ibu hamil, Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong juga melakukan kegiatan lain untuk pengentasan stunting diantaranya penguatan kader sehat, menyediakan sarana cuci tangan dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pembangunan jamban sehat keluarga dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) remaja.

Mengutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, namun baru nampak setelah bayi berusia dua tahun.

Data dari Riset Kesehatan Dasar Kemenkes pada 2013 menyebutkan, di Indonesia, sekitar 37 persen atau hampir 9 Juta anak balita mengalami stunting. Di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar.

Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Pada akhirnya, secara luas stunting akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan.

Sekilas tentang BAZNAS, badan ini adalah pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan Zakat Infak dan Sedekah pada tingkat nasional. Lahirnya UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah terbentuk di 548 daerah (34 tingkat Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota).***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Umum, Pemerintahan
www www