Home >  Berita >  Hukrim

MaTA Angkat Bicara Soal Biaya Sosialisasi Bahaya Narkoba di Seunuddon

MaTA Angkat Bicara Soal Biaya Sosialisasi Bahaya Narkoba di Seunuddon
Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di Aula Kecamatan Seunuddon pada gelombang pertama, Senin (13/1/2020) lalu. FOTO : JAMALUDDIN IDRIS
Selasa, 21 Januari 2020 16:25 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
ACEH UTARA — Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menanggapi perihal kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. MaTA menilai kegiatan tersebut terkesan menghambur-hamburkan uang saja.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sosialisasi bahaya narkoba yang digelar di Aula Kecamatan Seunuddon menelan anggaran Rp7 juta per desa. Jika dikalikan dengan jumlah 33 desa, maka total anggaran mencapai Rp231 juta.

"MaTA menilai hal tersebut sesuatu yang irasional dan terkesan menghamburkan-hamburkan uang," kata Koordinator Bidang Hukum MaTA, Boihaqi kepada GOACEH.CO melalui siaran tertulis, Selasa (21/1/2020).

Menurut Boihaqi, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba sudah tidak efektif lagi dilaksanakan saat ini, apalagi peredaran narkoba di Aceh kian masif. Upaya memberantas narkoba sudah sepatutnya dilakukan dengan aksi nyata.

Ads
"Semisal membuat kesepatakan dengan seluruh masyarakat di gampong untuk melawan kejahatan ini secara bersama, seperti yang sudah dilakukan di Gampong Ujong Pacu, Kota Lhokseumawe," kata Baihaqi lagi.

Untuk itu, lanjut Boihaqi, pihaknya mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Utara memastikan kembali laporan pertanggungjawaban yang diberikan oleh gampong nantinya.

"Jangan sampai ada potensi mark-up harga, yang jelas-jelas akan merugikan gampong itu sendiri. Apa mungkin menghabiskan anggaran mencapai Rp7 juta per gampong? Beda halnya kalau kegiatan tersebut mengundang puluhan orang persatu gampong," sebutnya.

Di samping itu, MaTA berharap kepada setiap aparatur desa untuk memastikan pengelolaan anggaran desa dengan seefektif mungkin demi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

"Jangan berfikir dana desa itu adalah 'uang kaget' tanpa sebab diberikan oleh pemerintah pusat kepada desa. Penting juga bagi Inspektorat dan DPMG Aceh Utara dalam melakukan pemeriksaan pengelolaan anggaran dana desa, jangan hanya melihat secara dokumen semata, akan tetapi harus ada pemeriksaan sampai ke lapangan. Hal ini bertujuan agar dana desa tersebut digunakan semaksimal mungkin," terangnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Acara, Supian, kepada GOACEH.CO mengatakan kegiatan sosialisasi itu dilaksanakan dalam tiga gelombang dengan masing-masing gelombang diikuti 11 Gampong.

Gelombang pertama dilaksanakan pada Senin (13/1/2020) lalu, diikuti oleh 11 desa dan masing-maisng desa hadir sebanyak 15 peserta. Gelombang kedua berlangsung di tempat yang sama pada Senin (20/1/2020), dan gelombang ketiga direncanakan pada tanggal 27 Januari mendatang.[]
Editor : Rio
Kategori : Hukrim, Ekonomi, Aceh Utara
www www