Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Tim Asistensi dan Analisa Akan Petakan Peluang Medali

Tim Asistensi dan Analisa Akan Petakan Peluang Medali
Teuku Arlan Perkasa Lukman bersama keluarga
Kamis, 16 Januari 2020 22:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menghadapi persaingan ketat pada Olimpiade Tokyo 2020, National Olympic Comiittee (NOC) Indonesia pimpinan Raja Sapta Oktohari sudah mulai bergerak. Tim Asistensi dan Analisa Data akan kembali bekerja melihat peluang untuk meloloskan lebih banyak atlet sekaligus menghitung potensi perolehan medali Indonesia pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan itu.

"Ya, kami akan segera rapat melihat peluang untuk meloloskan atlet sekaligus menghitung potensi medali yang akan diraih pada Olimpiade Tokyo 2020," kata Ketua Tim Asistensi dan Analisa NOC Indonesia, Teuku Arlan Perkasa Lukman yang ditemui di markas NOC Indonesia Gedung FC Lantai 19, Kamis (16/1/2020). 

Sama halnya dengan SEA Games XXX Filipina 2019 lalu, Tim Asistensi dan Analisa yang beranggotakan akademisi dan praktisi olahraga memperkirakan Kontingen Indonesia akan mampu mendapatkan 65 medali emas. Faktanya, Indonesia mampu meraih 70 emas, 76 perak dan 102 perunggu) dengan berada di peringkat keempat. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan pada SEA Games Malaysia 2017 dimana Indonesia berada di peringkat kelima dengan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. 

Menurut Teuku Arlan Perkasa Lukman, Tim Asistensi dan Analisa ini akan segera melakukan koordinasi dengan induk-induk organisasi  (PB/PP) yang dianggap punya potensi untuk meloloskan atletnya menuju Tokyo. Kemudian, katanya, akan dipetakan serta dipantau secara berkesinambungan perjalanannya. "Kita akan memetakan cabang-cabang olahraga yang bakal menuju Tokyo dan setelah itu mengawal dan mensupport mereka agar bisa meraih hasil lebih baik pada Olimpiade Tokyo 2020," jelasnya. 

Ads
Hingga saat ini, kata Teuku Arlan, cabang angkat besi telah meloloskan dua lifter yakni Eko Yuli Irawan (61kg) dan Windy Cantika Aisah (kelas 49kg putri), Muhammad Zohri (atletik), dan Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (Menembak-Air Rifle Match putri). Kini, kita masih menunggu beberapa cabang olahraga lagi seperti bulutangkis, panahan, karate, balap sepeda, dan dayung.  "Bulutangkis kita masih menunggu babak penyisihan. Begitu juga cabang -cabang olahraga lainnya," katanya. 

Ia juga mengungkapkan adanya keinginan PB Perbakin untuk menambah atletnya yabg akan tampil di Tokyo melalui fasilitas Wildcard. "Ya, kita sudah menerima surat pengajuan dari PB Perbakin yang meminta bantuan NOC Indonesia agar ada petembak Indonesia yang mendapatkan wildcard," jelasnya. 

Permintaan wilcard tersebut disampaikan PB Perbakin melalui surat resmi tertanggal 13 Januari 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PB Perbakin. 

Dalam surat yang ditembuskan kepada Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu disebutkan masih ada 24 kuota wild card yang diisediakan untuk Olimpiade Tokyo. Dan, surat itu juga menjelaskan tentang adanya peningkatan prestasi signifikan atlet menembak putra nomor Air Rifle Match pada SEA Games Filipina 2019.

Tadinya, Indonesia masih punya peluang untuk meloloskan atlet panjat tebing. Namun, peluang itu sudah semakin menipis. Pasalnya, pada ajang pra-kualfikasi IFSC Combined Qualifier 2019 di Toulouse, Prancis yang diselenggarakan pada November lalu, dua atlet andalan yakni Aries Susanti Rahayu dan Alfian M. Fajri gagal tembus enam besar yang merupakan syarat meraih tiket Olimpiade 2020.

Pada kejuaraan yang mempertandingkan nomor combined atau kombinasi antara lead (panjat tebing dengan belayer), speed (adu cepat), dan boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali) itu, Aries hanya mampu finis di urutan ke-16, sedangkan Alfian berada di peringkat ke-13.

Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pristiawan Buntoro mengungkapkan, pra-kualifikasi di Prancis tersebut merupakan satu-satunya kesempatan bagi Indonesia untuk meraih tiket Olimpiade 2020. Namun, harapan itu musnah kala para atletnya justru tak mampu berbicara banyak pada divisi combined.

"Hasilnya memang kami belum masuk (kualifikasi), dan ini memang sepertinya sudah menutup pintu Indonesia untuk tampil di Olimpiade 2020," ujar Pristiawan. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga
www www