Analis Ungkap Dari Mana Asalnya 'Gubernur Terbodoh' di Internet

Analis Ungkap Dari Mana Asalnya Gubernur Terbodoh di Internet
Tangkapan layar video Anies Baswedan saat meninjau pintu air Manggarai. (Ist)
Minggu, 05 Januari 2020 20:08 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Kata kunci 'Gubernur Terbodoh' dan 'Anies Baswedan Gubernur Terbodoh' banyak dicari di google. Hingga Minggu (5/1/2020) pukul 16.00 WIB, ada 29 daerah di Indonesia tertarik pada 'Gubernur Bodoh', dan 8 daerah tertarik pada 'Anies Baswedan Gubernur Bodoh'.10 besar dari 29 daerah itu meliputi:

1. Kalimantan Tengah

2. Sulawesi Barat

3. Jambi

Ads
4. Bali

5. Kalimantan Utara

6. DKI Jakarta

7. Banten

8. Kalimantan Barat

9. Nusa Tenggara Barat

10. Maluku

Dan 8 daerah yang tertarik dengan 'Anies Baswedan Gubernur Bodoh' meliputi:

1. Banten

2. Jakarta

3. Bali

4. Sumatera Utara

5. Jawa Barat

6. Jawa Tengah

7. Jawa Timur

8. DIY

Isu ini melibatkan lebih dari 15 ribuan pengguna internet dengan total 22 konten yang tersedia.

Konten pada platform YouTube mendapat perhatian paling banyak. Judul 'Anies Baswedan Gubernur Terbodoh Dalam Sejarah' disaksikan sekira 4.100 pengguna internet. Lebih luas, konten youtube terkait dengan isu ini ditonton oleh 4.900 pengguna Facebook.

Penelusuran Google mencatat, pencarian "Gubernur Terbodoh" itu sudah dimulai dari Desember lalu dan mulai naik pada tanggal 1 Januari, puncaknya terjadi pada 4 Januari 2020. Kenaikan pencarian "Gubernur Terbodoh" berbarengan dengan pencarian "gubernur terbodoh + anies baswedan".

Search intent yang paling mendekati muncul di web "seword.com" dengan kontennya "Anies Baswedan, Gubernur Terbodoh Dalam Sejarah" yang dipublikasikan tanggal 31 Oktober 2019 dan beberapa konten judul di youtube.

"Adapun Kaskus atau lainnya, dilihat bersumber dari web tersebut," kata Analis Sistem Teknologi Informasi, Muhammad Iqbal kepada wartawan, Minggu (5/1/2019).

Jika dilihat dari konten-konten di seword.com, Ia menjelaskan, isinya banyak menjelekan Anies, sedangkan di web-web lain mempertanyakan "Kenapa anies baswedan menjadi gubernur terbodoh". Kondisi ini "meningkatkan kecocokan kata 'gubernur terbodoh' dan 'anies baswedan' di search intent Google,".

"Search inten 'gubernur terbodoh' dengan anies Baswedan hanyalah gara-gara kecocokan kata pada konten terbanyak yaitu 'mengapa anies baswedan menjadi gubernur terbodoh di google'. Bukan karena Anies baswedan sebagai gubernur terbodoh," kata dia.

Iqbal menjelaskan, fenomena isu tersebut merupakan potret dari butterfly effect. "Dari banyak konten yang mempertanyakan dan menjelaskan 'kenapa anies baswedan jadi gubernur terbodoh di google' menjadi kesimpulan 'Anies baswedan gubernur terbodoh' berdasarkan pembuktian search di google,".***
www www