Home >  Berita >  Peristiwa

Baku Tembak Selasa Itu Tewaskan Polisi, Warga dan Penjahatnya

Baku Tembak Selasa Itu Tewaskan Polisi, Warga dan Penjahatnya
Foto AP / Eduardo Munoz Alvarez)
Rabu, 11 Desember 2019 11:50 WIB
JERSEY - Kepala Polisi Kota Jersey Michael Kelly mengungkapkan, ada enam orang jadi korban serius, termasuk seorang perwira polisi dan tiga orang warga, dalam pertempuran sengit dan berjam-jam di kotanya, Selasa (10/12/2019).

"Korban tewas termasuk dua pria bersenjata," kata Kelly.

Dikutip GoNews.co dari Associate Press, Rabu (11/12/2019), salah satu Perwira yang terbunuh adalah Detektif Joseph Seals, (40), seorang yang dinilai sukses memimpin departemen yang memberantas peredaran senjata ilegal dalam beberapa tahun terakhir. Sementara dua petugas lain yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit.

Penembakan yang mulanya pecah di dekat pemakaman itu kemudian berlanjut di sebuah supermarket halal yang berjarak sekitar satu mil jauhnya. Di sini lah, lima jenazah ditemukan.
Ads

Walikota Jersey City, Steven Fulop dalam tuitnya Selasa malam menyatakan, "pihak berwenang meyakini, pasar Yahudi menjadi sasaran para pria bersenjata,".

"Ini adalah hari yang sangat sulit bagi kota Jersey City. Ia adalah salah satu perwira terbaik yang membersihkan senjata ilegal terbanyak dari jalanan. Dia adalah polisi yang baik," katanya.

Aksi tembak-menembak mulai pecah sejak sore hari di Kota Jersey-Kota seberang Sungai Hudson dari New York, yang berpenduduk sekitar 270.000 orang itu. Seals, yang bekerja untuk sebuah unit bernama Cease Fire, ditembak sekitar pukul 12:30 malam, waktu setempat.

Orang-orang bersenjata itu kemudian membawa sebuah mobil sewaan curian ke bagian lain kota dan melibatkan polisi dalam sebuah baku tembak yang panjang.

Kelly mengatakan, ketika polisi tiba di area toko halal, para petugas "segera dilibatkan dalan tembakan senapan berkekuatan tinggi,".

Sebuah rekaman video oleh seorang saksi menunjukkan seorang petugas polisi di tanah dengan sebuah mobil, tampaknya terluka. Petugas lain mendatanginya, membantunya berdiri dan keduanya berlari di tikungan saat tembakan terdengar. Beberapa detik kemudian, ketika sebuah mobil polisi berhenti di depan toko, sekitar selusin tembakan terdengar dengan cepat.

"Perwira kami diserang selama berjam-jam," kata Kelly.

Di dalam toko kelontong, polisi menemukan mayat yang mereka percayai adalah dua pria bersenjata dan tiga orang lainnya yang tampaknya berada di sana ketika para penyerbu masuk.

Polisi mengatakan mereka yakin para warga yang menonton ditembak oleh orang-orang bersenjata dan bukan oleh polisi.

Toko bahan makanan halal adalah perlengkapan utama dalam komunitas Yahudi Ortodoks yang terus tumbuh, yang telah pindah ke Jersey City dalam beberapa tahun terakhir.

Chabad Rabbi Moshe Schapiro, yang berbelanja di toko halal dan menghadiri sebuah sinagog di sebelahnya, mengatakan ia berbicara dengan pemilik toko, Moishe Ferencz.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa dia baru saja berjalan keluar dari toko ke sinagoge tidak jauh dari situ sebelum ini terjadi, dan kemudian dia tidak bisa kembali selama berjam-jam," kata Schapiro. “Istrinya ada di dalam toko. Dia berkata, 'Saya harap istri saya aman,".

Nama-nama korban di dalam toko tidak segera dirilis, sambil menunggu identifikasi kerabat.

Direktur Keselamatan Publik Kota Jersey, James Shea sempat mengatakan, bahwa batu tembak yang menumpahkan banyak darah itu belum tentu tindakan terorisme, tetapi masih diselidiki.

Penembakan itu menyebar ketakutan ke seluruh lingkungan. Sebuah sekolah di dekat lokasi dikunci sebagai tindakan pencegahan.

Tim SWAT, polisi negara bagian, dan agen federal berkumpul di tempat kejadian, dan polisi memblokir daerah itu, yang selain sekolah dan supermarket, termasuk salon rambut dan toko-toko lainnya.

Puluhan warga yang menonton insiden itu di sekitaran lokasi, tak bisa dikendalikan seutuhnya untuk tak mengambil gambar.***
Editor : Muhammad Dzulfiqar
Sumber : Associate Press
Kategori : Peristiwa, GoNews Group
www www