Home >  Berita >  Hukrim

Peras Warga di Jalan, 3 Anak di Bawah Umur Ditangkap di Lhokseumawe

Peras Warga di Jalan, 3 Anak di Bawah Umur Ditangkap di Lhokseumawe
Dok : Polres Lhokseumawe
Kamis, 14 November 2019 17:50 WIB
Penulis: Wartawan Jamaluddin Idris
LHOKSEUMAWE — PENANEGERI, ACEH UTARA — Personel Satreskrim Polres Lhokseumawe meringkus tiga remaja diduga melakukan pemerasan dan pengancaman. Tiga remaja tersebut masing-masing berusia 16 tahun.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers Kamis (14/11/2019) mengatakan, ketiganya berinisial AE (16), MS (16), dan MK (16). Ketiganya merupakan warga asal Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Indra mengatakan, kejadian berawal pada tanggal 5 November 2019 lalu sekitar pukul 22.45 WIB, saat korban bersama temannya pulang dari Kota Lhokseumawe dengan mengendarai sepeda motor Vario. Setelah korban mengisi minyak di SPBU Cunda, korban melanjutkan perjalanan pulang ke Kecamatan Murah Mulia, Kabupaten Aceh Utara.

"Saat korban bersama temannya tiba di depan Pos Polisi Murah Mulia, mereka tiba-tiba diserempet oleh tiga pelaku yang tidak dikenalnya. Pelaku berinisial MK menanyakan tujuan korban kemana," terang Indra.

Ads
Selanjutnya, kata Indra, pelaku langsung meminta uang pada korban dan korban pun memberikan uang Rp 40 ribu kepada pelaku. Karena merasa tidak cukup, pelaku kemudian mengatakan kepada korban 'Mana lagi uangnya. Kalau saya periksa nanti dapat, saya tusuk kalian'.

"Saat korban membuka dompet hendak memberikan uang Rp 100 ribu, pelaku langsung merampas uang korban yang berjumlah Rp 500 ribu. Setelah itu pelaku melarikan diri," ujarnya lagi.

Dalam konferensi pers tersebut, Polisi juga menghadirkan ketiga pelaku bersama sejumlah barang bukti hasil sitaan. Salah satunya adalah Sepmor Merek Yamaha LEXY warna merah tanpa plat.

"Dari hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga telah dilakukan sebanyak 3 kali dalam dua bulan terakhir. TKP-nya adalah Gampong Paya Punteuet, Kecamatan Muara dan di dekat SPBU Desa Uteuenkot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe," sebutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 Ayat (1) KUHP Jo UU RI No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan ancaman pidananya paling lama 9 tahun penjara.[]
Editor : JML
Kategori : Hukrim, Lhokseumawe
www www