Home >  Berita >  Aceh Utara

Besok, Kasus Dugaan Penggeseran Suara Caleg DPRK Aceh Utara Disidangkan di Banda Aceh

Besok, Kasus Dugaan Penggeseran Suara Caleg DPRK Aceh Utara Disidangkan di Banda Aceh
Ilustrasi DKPP
Kamis, 14 November 2019 15:36 WIB
BANDA ACEH — DKPP Republik Indonesia Jumat (15/11/2019) besok, dijadwalkan akan menggelar sidang kasus dugaan penggeseran suara mantan calon legislatif (Caleg) DPRK Aceh Utara. Sidang itu digelar di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh di Banda Aceh.

Pelapornya adalah Zulkarnaini, mantan Caleg DPRK Aceh Utara daerah pemilihan (dapil) enam, nomor urut 2 dari Partai Demokrat. Dia mengajukan perkara dugaan penggeseran suara partai ke nomor urut 1 (caleg partai yang sama) pada Pemilu 2019 lalu.

Menurut Zulkarnaini, penggeseran suara partai ke nomor urut 1 tersebut diduga dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanah Jambo Aye.

"Namun dalam laporan ke DKPP ini kita melaporkan Panwaslu Aceh Utara. Karena sebelum pleno kabupaten, kita sudah melaporkan dugaan penggeseran suara itu ke Panwaslu tetapi tidak ditanggapi. Makanya dalam hal ini kita laporkan Panwaslu," kata Zulkarnaini, Kamis (14/11/2019).

Ads
Zulkarnaini berharap ada keadilan dalam penyelesaian kasus itu. Dia juga berharap KIP Aceh Utara untuk melakukan peninjauan ulang atas hasil pemungutan suara Pemilu.

"Seharusnya KIP yang bertanggungjawab. Ketika ada laporan (untuk segera ditanggapi). Mungkin waktu itu kita tidak melaporkan secara tertulis pada KIP. Seharusnya ditinjau laporan kita sebelum pleno," ujarnya lagi.

Zulkarnaini mengatakan dirinya juga akan menghadiri sidang di kantor KIP Aceh di Banda Aceh besok untuk memperlihatkan sejumlah bukti. Sidang dengan pihak DKPP sendiri dilakukan secara pertemuan elektronik atau Telekonferensi.

Sementara itu, mantan Ketua PPK Tanah Jambo Aye, Arwi saat dihubungi wartawan Rabu (13/11/2019) kemarin mengatakan, pihaknya sudah mengetahui informasi soal Panwaslu dilaporkan oleh Zulkarnaini ke DKPP.

"Iya. Itu setelah ada keputusan dari Panwaslu Aceh Utara, mereka (pelapor) merasa kerugian. Sehingga dilaporkan lah Panwaslu Aceh Utara ke DKPP," ujar Arwi melalui telepon seluler.

Ketua KIP Aceh Utara, Zulfikar saat dihubungi mengatakan pihaknya tidak dilibatkan dalam perkara pemanggilan ke DKPP.

"Tidak, kita tidak ada dilibatkan (dalam hal ini)," ujarnya singkat.[]
Kategori : Aceh Utara, Politik
www www